Di Balik Rehabilitasi Pasar Wates Lantai Los Tergenang Air Hujan, Membayakan Pengunjung Dan Pedagang

oleh -928 kali dibaca

KUDUS, isknesw.com – Proyek pembangunan revitalisasi Pasar Wates, Kecamatan Udaan, Kabupaten Kudus, yang dikerjakan oleh rekanan CV Gunung Pring, Kudus, bisa disebut sudah selesai 100 persen. Proyek dengan kegiatan rehab los satu unit dan kios sebanyak 7 unit, kamar mandi/WC dan pavingsasi areal parkir itu, sesuai target yang tercantum dalam papan pengumuman proyek, harus selesai pada 7 Desember 2015.
Proyek yang pengadaannya oleh Dinas Perdagangan dan Pengelola Pasar Kabupaten Kudus, dengan nilai kontrak Rp 2.300.030.000 itu, berada di bagian belakang pasar. Los satu unit yang merupakan bangunan baru itu, berukuran 20 x 30 meter, yang di bagian dalamnya terbagi menjadi empat lapak yang dipisahkan jalan seluas 1,5 meter. Bagian lantai lapak dipasang keramik warna krem dan jalan pemisah berkeramik warna merah hati. Sedangkan pada bagian tiangnya dicat dengan warna merah menyala.
Meskipun penngerjaannya sudah selesai semua, namun saat isknews.commemantau di lokasi proyek, Sabtu (5/12), bangunan itu masih belum ditempati. Dan yang menarik perhatian dari los itu, adalah adanya genangan air pada lantai jalan pemisah los, yang tampaknya berasal dari air hujan.
Menurut seorang pedagang yang berjualan di selatan los itu, sekitar dua hari lalu, memang terjadi hujan deras, yang karena terbawa angin, airnya masuk ke dalam los, dan sebagian menggenangi lantai jalan di antara lapak. “Jadi airitu bukan karena atap los bocor, tetapi karena tampu (tempias) air hujan,” kata ibu penjual sayuran itu.
Dari keterangan tersebut, bisa diartikan genangan air hujan itu sudah berlangsung dua hari, dan belum juga kering. Hal tentunya terkait dengan penataan permukaan lantai, yang jika terjadi hujan, aliran airnya bisa mengarah ke parit di sekeliling los, sehigga tidak terjadi genangan.
Di sisi lain, kalau sampai pada saat digunakannya pasar itu, tentu akan menimbulkan kejadian yang membahayakan, baik bagi pengunjung atau penjual, karena kalau kurang hati-hati, bisa terpeleset atau tergelinicir, saat menginjak lantai yang tergenang air itu.
Kepala Pasar Water, saat akan dihubungi, sedang tidak ada di tempat. Menurut petugas yang sedang piket, pimpinan pasar itu kalau Sabtu tidak ngantor. Belum diperoleh keterangan, apakah kondisi los pasar terkait kejadian di atas, sudah diketahui oleh pihak rekanan dan SKPD terkait.(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :