Di Temulus, Taj Yasin Tegaskan Koordinasi BBWS dan Rekayasa Cuaca Hadapi Bencana

oleh -313 Dilihat
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton saat mengunjungi posko pengungsi di Temulus, Selasa (14/1/2026) (Foto: YM)

Kudus, isknews.comWakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta langkah rekayasa cuaca dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara.

Penegasan tersebut disampaikan Taj Yasin saat meninjau Posko Bencana Banjir di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (13/1/2026). Ia menyebut, hujan berintensitas tinggi yang terjadi selama empat hari berturut-turut tanpa jeda menjadi pemicu utama terjadinya bencana di sejumlah wilayah.

“Selama empat hari tidak ada matahari. Jadi hasil koordinasi dengan BBWS memang perlu ada rekayasa cuaca,” kata Taj Yasin.

Selain itu, Pemprov Jateng juga telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan bantuan pompa. Namun demikian, tingginya debit air sungai saat ini masih menjadi kendala karena volume air yang masih melimpah.

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin juga memastikan kondisi pengungsi di Posko Temulus. Posko yang berada di kompleks Sekolah Hidayatus Shibyan itu saat ini menampung 105 jiwa dan telah dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, serta fasilitas MCK.

Taj Yasin juga menemukan warga yang masih bertahan di rumah meski terendam banjir karena salah satu anggota keluarganya mengalami stroke. Menanggapi hal itu, ia meminta tenaga kesehatan untuk segera mengevakuasi yang bersangkutan ke puskesmas agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin menyalurkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp188 juta. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, dan selimut.

Sementara itu, Kepala Dusun Karangmalang, Sumijan, mengatakan fasilitas di posko pengungsian relatif memadai. Namun, ia menyebut masih ada kebutuhan mendesak bagi warga.

“Kebutuhan yang mendesak saat ini sembako, selimut, serta popok bayi dan lansia. Untuk fasilitas kesehatan alhamdulillah terpenuhi,” ujarnya.

Diketahui, hujan berintensitas tinggi di wilayah Kudus terjadi sejak 9 Januari 2026 yang mengakibatkan luapan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen. Banjir di Desa Golantepus diperparah jebolnya tanggul, sedangkan banjir di Desa Kesambi akibat meluapnya Sungai Piji yang tidak mampu menampung debit air dari kawasan hulu Gunung Muria.

Selama kejadian banjir, tercatat sebanyak 2.082 rumah terendam, dengan 2.487 KK atau 8.043 jiwa terdampak. Ketinggian air berkisar antara 5 hingga 55 sentimeter, serta merendam lahan persawahan seluas 106,4 hektare.

Pemerintah Kabupaten Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlaku mulai 12 hingga 19 Januari 2026. Posko Induk Penanggulangan Bencana di Kantor BPBD Kudus diaktifkan sebagai pusat koordinasi penanganan bencana bersama TNI, Polri, relawan, dan OPD terkait. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.