Dianggap belum ada kesepakatan di RW, warga Turus Protes Galian C di wilayahnya

oleh -1,467 kali dibaca
Kapolsek Jekulo AKP Bambang Sutaryo saat memimpin mediasi warga Dukuh Turus, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus yang mempermasalahkan praktik galian C di wilayahnya, Minggu 16/10/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah puluhan warga di wilayah RW 8 Dukuh Turus, Desa Tanjungrejo, Jekulo Kudus, memprotes praktik galian C yang dilakukan oleh sejumlah pengusaha di wilayah mereka. Warga dalam protesnya meminta agar pihak pengelola yang juga warga Turus menghentikan operasinya karena dianggap belum ada kesepakatan dengan warga yang sebagian juga memiliki lahan di kawasan tersebut.

Menurut Kapolsek Jekulo AKP Bambang Sutaryo yang hadir memimpin mediasi pada aksi tersebut, warga secara spontanitas sekira pukul 14.00 hingga 16.15 wib mendatangi lahan Galian C di Dukuh Turus, Tanjungrejo, Jekulo karena menganggap praktik kegiatan penambangan tersebut belum ada kesepakatan yang diputuskan melalui rapat Rukun Warga (RW) di wilayah Desa setempat

Kapolsek Jekulo AKP Bambang Sutaryo, sesuai kesepakatan warga meminta alat berat beghoe untuk meninggalkan lokasi yang sedang dipermasalahkan warga Dukuh Turus, tanjungrejo, Jekulo, Kudus (Foto: YM)

Menurutnya, awalnya warga secara spontanitas berkumpul di perempatan membahas hal tersebut. Selanjutnya secara bersama- sama berjalan kaki menuju lokasi lahan yang digunakan penambangan Galian C. Selanjutnya warga bertemu dan berdialog dengan Pemilik lahan serta pemilik alat berat.

“Tak ada anarkis dalam pertemuan warga itu, hanya saja hingga menjelang petang masih belum ada kata sepakat terkait masalah tersebut, sehingga mereka mengundang kami anggota Polsek Jekulo untuk menengahi,” ujar Bambang Sutaryo, Minggu (16/10/2022).

Dijelaskannya, maksud dan tujuan warga melakukan unjuk rasa itu karena merasa keberatan atas kegiatan penambangan Galian C yang dilakukan di lahan tegalan milik dua warga yakni Muhammad Subkhan dan Rozikin, selain tidak memiliki ijin secara resmi, juga kegiatan tersebut tidak ada musyawarah terlebih dahulu ke warga DukuhTurus Rw 8. Termasuk kegiatan tersebut mempengaruhi sumber air di sumur – sumur warga,” kata Kapolsek..

Dalam pembicaraan yang dipimpin oleh Kapolsek, hHasil Kesepakatan sementara adalah bahwa warga menghendaki sementara aktivitas galian C berhenti sampai ada kesepakatan selanjutnya di forum Rapat serta warga menghendaki agar alat berat segera di pindahkan dari area tersebut.

“Pihak Pemilik lahan menyetujui dan menyepakati dengan warga hasil musyawarah tersebut untuk menghentikan aktivitas galian C dan memindahkan alat beratnya, Sambil menunggu rapat yang akan mereka gelar terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Bambang juga menyatakan siap menghadiri undangan warga pada rapat yang akan mereka gelar nantinya bila memang diperlukan kehadirannya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.