Dianggap Debitur Buruk Oleh BI Checking, Nama Eva Diduga Dicatut oleh BPR Ini Hingga Gagal Pinjam Modal

oleh -4,146 kali dibaca
Pengusaha Ulliya Evanawati (tengah) dan Kuasa Hukum Tri Wulan Larasati, SH saat menunjukkan surat Laporan Polisi terkait dugaan pencatutan nama kliennya sebagai debitur di BPR Dananta Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dugaan pencatutan nama dan identitas nasabah yang disalahgunakan oleh oknum pegawai PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dananta  untuk kepentingan peminjaman uang menimpa seorang pengusaha penggilingan padi asal Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus bernama Ulliya Evanawati (31).

Akibat hal tersebut Eva melalui kuasa hukumnya Tri Wulan Larasati, SH telah melaporkan BPR Dananta ke Polres Kudus pada 20 Oktober 2022 lalu.

Menurut Eva dirinya mengetahui bahwa ada dugaan nama dan identitasnya disalahgunakan oleh pihak BPR Dananta pada saat akan mengajukan pinjaman untuk beli mobil pada akhir 2021.

“Saat itu saya mau beli mobil brio second seharga Rp 120 juta, sudah kasih DP 25 juta, tapi saat proses pengajuan ditolak karena dalam BI checking nama dia tercatat sebagai debitur dan memiliki tanggungan pinjaman yang tidak dicicil senilai Rp 45 juta di BPR Dananta,” terang Eva yang juga pemilik rumah makan Omah Semar di Undaan Kidul, Jumat (13/01/2023).

Meski uang DP tersebut dikembalikan ke dia oleh pihak lembaga finance, tentu saja Eva ia kaget dan kecewa karena dia sama sekali tidak pernah merasa meminjam uang sebesar itu di BPR tersebut.

“Mengetahui hal tersebut terus lalu saya berusaha konfirmasi ke karyawan BPR Dananta, dikatakannya ada kesalahan sistem yang dia janjikan akan segera diperbaiki dan dijanjikan namanya aka bersih kembali di BI Checking,” ujarnya

Percaya dengan apa yang dikatakan oleh pegawai BPR tersebut, bahkan beberapa hari kemudian benar muncul selembar surat berkop resmi BPR Dananta bahwa namanya kini kembali bersih dari catatan merah BI Checking, lalu pihaknya kembali mengajukan pinjaman untuk tambahan modal usahanya.

“Pada Oktober 2022 kembali saya mau mengajukan pinjaman untuk modal usaha. Kali ini ke Bank Jateng. Awalnya pengajuan saya nyaris di acc oleh pihak bank. Namun ternyata kembali gagal.

“Karena di catatan BI Checking kembali nama saya tercatat merah karena dianggap masih memiliki tanggungan utang di BPR Dananta senilai Rp 45 juta. Balik lagi saya konfirmasi ke karyawan BPR Dananta, ternyata jawabannya masih sama. Katanya kesalahan pada sistem,” kata Eva.

Terakhir, di Bulan Januari tahun 2023 ini, ia mau mengajukan pinjaman senilai sekitar Rp 500 juta untuk membeli mobil Toyota Fortuner VRZ dan tertolak lagi ternyata nama dia di BI checking masih belum bersih.

Ditempat yang sama kuasa hukum Eva, Tri Wulan Larasati menambahkan, kliennya mengecek namanya di BI checking ternyata masih berstatus belum bersih.

“Pengecekan terakhir dilakukan pada 4 Januari 2023. Nama Eva tercatat sebagai debitur di BPR Dananta. Padahal dia sama sekali tidak pernah melakukan pinjaman,” kata Larasati.

Yang mencurigakan lagi, kata Larasati, nama kliennya tercatat sebagai debitur di BPR Dananta dengan agunan sertifikat rumah atas nama Kasimah warga Wandankemiri kota Kudus.

“Pertama, klien saya tidak kenal si pemilik agunan sertifikat tanah bernama Kasimah, kedua Wandankemiri masuknya wilayah Kabupateen Grobogan bukan Kudus,” terangnya.

Anehnya lagi tambah Laras, si debitur sudah pernah mengangsur sebanyak enam kali angsuran dengan nama pembayar cicilannya tiga orang yang berbeda.

“Ini kan aneh, jelas bukan kesalahan sistem tapi memang dugaan kami ada oknum internal BPR Dananta yang menyalahgunakannya,” kata dia.

“Sebenarnya kami sudah minta mediasi dengan pihak BPR Dananta namun ditunda-tunda, giliran mereka bersedia saya saat itu sedang ada pekerjaan diluar kota,” kata dia.

Karena kliennya dirugikan dan diduga menjadi korban pencatutan nama untuk pinjaman, akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polres Kudus. Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para karyawan BPR Dananta termasuk para direkturnya.

“Pekan ini, katanya, juga akan memanggil Otoritas Jasa Keuangan dan ahli pidana. Dugaan kami ada oknum dari BPR Dananta yang menyalahgunakan nama klien kami,” kata Laras.

Meski demikian, pihak BPR Dananta yang beralamat di Jl. Rongolawe Ruko No 19A Kudus masih belum bisa dikonfirmasi, sejumlah pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi Whatsapp oleh awak media hingga kini belum ditanggapi oleh Direktur BPR Dananta. (YM/YM)











KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.