Didapuk Jadi Ayah Genre, Hartopo Minta Duta GenRe Edukasi Teman Sebaya

oleh -592 kali dibaca
Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) merupakan program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang bertujuan mengajak generasi muda untuk merencanakan pernikahan dengan baik. Generasi muda diajak untuk tidak cepat-cepat menikah sebelum usia 19 tahun atau tidak melakukan pernikahan dini. Tugas yang diemban oleh finalis Duta GenRe tersebut mendapat dukungan dari Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo dan istri Mawar Hartopo.

Pihaknya yang membuka Grand Final Duta GenRe Kabupaten Kudus di Hotel @Hom, Jumat (2/4/2021) tersebut menyatakan seluruh finalis Duta GenRe harus menyiapkan ajakan yang dapat diterima oleh kalangan muda. Ajakan yang tepat akan mendapatkan hasil yang maksimal. Tentu saja, diharapkan angka pernikahan dini di Kabupaten Kudus menurun. Oleh karena itu, Hartopo meminta Dinas Sosial P3AP2KB memberikan bimtek kepada finalis sebagai bekal para Duta GenRe berkampanye keluarga berencana.

“Bimtek terkait keluarga berencana perlu diberikan kepada para finalis Duta GenRe. Supaya mereka lebih siap dan dapat berinovasi untuk mengajak teman sebaya menjadi generasi yang berencana,” ucapnya.

Hartopo pun menitipkan pesan khusus kepada para juri terkait kriteria pemilihan. Plt. Bupati meminta agar juri melihat kualitas SDM, latar belakang dan kepribadian finalis. Sebagai representasi anak muda teladan, jangan sampai Duta GenRe melakukan tindakan yang bertentangan dengan tujuan BKKBN.

“Memilih duta wisata harus dilihat bener-bener dari kepribadiannya. Jangan sampai perilakunya justru malah yang melanggar. Istilahnya iso nasihat ora iso nglakoni,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hartopo dan Mawar Hartopo dikukuhkan menjadi ayah dan bunda Genre Kabupaten Kudus. Sebagai ayah, pihaknya akan terus memantau perkembangan dan capaian tujuan dari pemilihan Duta GenRe. Apabila justru angka pernikahan dini meningkat, Hartopo akan melakukan evaluasi dan berdiskusi mencari jalan keluar yang baik. Pihaknya juga memberikan saran agar Dinas Sosial P3AP2KB mensinergikan kampanye tidak menikah dini bersama para orang tua dan Kemenag Kudus sehingga ada timbal balik dengan Duta GenRe yang mengajak teman sebaya.

“Kalau bisa, orang tua juga dilibatkan untuk kampanye tidak melakukan pernikahan dini. Merangkul Kemenag Kudus juga agar pernikahan dini di pedesaan terminimalisir,” ujarnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :