Digadang Jadi Motivator Tim, Striker Gaek Agus Santiko Dilirik Persiku

oleh -1.020 kali dibaca


Kudus, isknews.com – Skema pemain skuad Persiku yang akan memperkuat Tim Macan Muria mulai sedikit terlihat kerangkanya. Proses seleksi calon punggawa klub kebanggaan warga Kudus ini telah mulai melakukan penyaringan peserta seleksi yang hari ini merupakan hari ketiga. Tercatat sebanyak 20 orang peserta seleksi dari sebanyak 75 peminat telah tereliminasi, kini sisa peserta yang tinggal nasibnya akan ditentukan Senin lusa.

Pelatih Kepala Cucun Sulistyo dalam laporannya kepada manajemen mengakui hingga kini pihaknya masih belum menemukan sosok ideal yang akan ditempatkan diposisi depan atau striker, sementara untuk sejumlah formasi tengah dan belakang dirinya sudah memiliki gambaran dari para peserta seleksi tersebut.

Melatarbelakangi hal tersebut pihak manajemen Persiku berencana kan merekrut striker gaek kebanggaan warga Kudus Agus Santiko, mantan penyerang andal tim Persiku sejak tahun 2005 hingga 2014 dan pernah mengantarkan tim Macan Muria keluar dari divisi 3 pada tahun 2005 itu dinilai akan membawa ruh dan spirit Tim Persiku.
Pernyataan tersebut bukan rumor, sebab disampaikan secara langsung oleh manajer Ferdaus Ardyansyah Purnomo dihadapan sejumlah awak media, menurutnya nama legenda Persiku, striker Agus Santiko memang menjadi incaran tim manajemen.

“Bahwa kita melihat skuad Persiku memerlukan seorang panutan dan motivator, kami berharap dengan kehadiran legenda Persiku dapat menambah hasanah pilihan pemain senior,” kata Ardy saat ditemui di sekretariat Persiku, Sabtu (14/08/2021).

Dengan memilih pemain senior sekelas Agus, Ardy menginginkan ada seorang figur motivator dalam tim Persiku baru nantinya. “Kita ingin di tim ada motivator. Saya kira Agus bisa kita upayakan sebagai figur motivator pemain muda. Bisa jadi panutan bagi pemain muda,” jelasnya.
Meski sampai saat ini, dari tim manajemen sendiri belum melakukan pembicaraan secara resmi dengan Agus Santiko, dipilihnya Agus tidak menyalahi peraturan. Bahwa dalam skuad tim di Liga 3 nantinya, diperbolehkan ada 5 pemain senior yang masuk dalam daftar pemain.

Lebih lanjut, Ardy menjelaskan alasan dipilihnya Agus sebagai pemain senior tim Persiku Masa Depan, yakni dikarenakan Agus telah memiliki jam terbang yang sangat lama. Di mana sebelumnya pernah membela klub-klub papan atas Indonesia.
Mulai dari PSBL Bandar Lampung pada Liga Indonesia 1997/1998, Semen Padang pada musim 2002, Persekaba Badung musim 2003/2004, hingga pada tahun 2005 mulai membela tim Macan Muria sampai memutuskan pensiun di tahun 2014.

“Saya kira Agus sebagai pemain bola sudah memiliki jam terbang banyak. Pengalaman beliau juga sangat banyak. Dapat membangkitkan semangat pemain muda yang akan kita rekrut menjadi tim Persiku Masa Depan,” terangnya.

Untuk selanjutnya, Ardy meminta pada Bidang Teknik Persiku untuk segera melakukan koordinasi dengan Agus Santiko. Yang nantinya tetap mengikuti tahapan-tahapan untuk masuk dalam jajaran skuad tim Persiku sesuai dengan keputusan tim manajemen.

Mulai dari assesmen lapangan, assesmen administrasi, hingga assesmen lapangan yang sesuai dengan kemampuan pemain.

“Harapannya beliau mampu menjadi motivator kepada pemain muda mampu membangkitkan semangat tim yang nantinya bertanding di Liga 3. Dan semoga kita dapat hasil yang maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, legenda hidup Persiku, Agus Santiko (46) yang kini menjadi karyawan PDAM Kudus menolak untuk direkrut Persiku di kompetisi Liga 3 Jawa Tengah 2021. Menurutnya usianya sudah tak lagi muda sebagai aktor lapangan hijau.

Agus Santiko menyampaikan, saat ini usianya sudah tidak lagi muda. Sehingga memilih menolak jika diminta kembali bermain.
“Saya tidak mau, sudah tidak muda lagi. Kalau mau sudah dari tahun-tahun lalu,” kata pria kelahiran 17 Agustus 1975 itu.
Menurutnya dia lebih siap untuk membantu menjadi pelatih daripada harus menjadi pemain.
“Saya Inginnya melatih, sekarang juga sudah melatih U15,” kata pelatih PS Gapuraja U15 di Desa Jepang itu.
Dia mengaku, sudah pensiun dari pemain sepak bola sejak tahun 2014 yang lalu dan memilih menjadi pelatih.
“Tidak mungkin lagi saya bertanding dengan anak-anak muda,” ungkapnya.
Dia juga tidak ingin menjadi bahan tertawaan penonton ketika nantinya harus berlaga di atas lapangan.
“Berapapun gajinya saya menolak. Bisa dilihat juga sekarang pelatihnya Cucun, itu usianya di bawah saya. Apa tidak aneh kalau saya masih main,” ujar dia.

Kendati demikian, Agus tetap memberi dukungan bagi Persiku dan berharap tim Macan Muria itu bisa naik ke kasta Liga 2. “Persiku itu tempatnya bukan di Liga 3, minimal bermain di Liga 2,” jelasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :