Digelar Terbatas, Sembahyang Arwah di Klenteng Hok Hien Bio Kudus Berjalan Khidmat

oleh -791 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Setiap tahun di pertengahan bulan ketujuh dalam kalender China, masyarakat keturunan Tionghoa Kudus menggelar ritual sembahyang arwah sebagai penghormatan kepada leluhur di Klenteng Hok Hien Bio Kudus, Minggu (5/9/2021).

Liong Kuo Tjun, sebagai pemimpin ritual menjelaskan, dalam tradisi itu, pihaknya percaya bahwa pada penanggalan tersebut pintu alam baka terbuka dan hantu atau roh-roh penasaran dapat bergentayangan. Untuk menghormati roh-roh leluhur mereka yang mati penasaran, sebuah persembahan seperti nasi, serta buah-buahan pun disajikan.

Selain memberi makan kepada para arwah penasaran melalui persembahan yang disajikan itu, ritual tersebut juga menjadi cara masyarakat Tionghoa berbuat baik kepada sesama.

Berbeda dengan tahun sebelum pandemi, usai ritual dilakukan, ratusan umat berebut makanan yang disajikan di atas meja. Tradisi itu telah berjalan cukup lama. Namun, pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Tradisi itu tak bisa digelar dengan cara lama. Tak ada lagi keriuhan dan hingar bingar.

“Kepercayaan Tionghoa, setiap bulan tujuh penanggalan Imlek disebutnya bulan sembahyang arwah. Kita saling berbagi. Biasanya ada rebutan. Jadi abis sembahyang, masyarakat berebut. Namun tidak untuk sekarang saat pandemi,” jelas pengurus LKenteng Hok Hien Bio Kudus itu.

Ada 326 nama arwah famili yang dikirim umat untuk didokan, selain itu, pihaknya juga mendoakan arwah selain itu, “Ini yang ikut daftar ada 326 arwah yang terpanggil dan kami juga mendoakan arwah yang tidak tercantum,” paparnya.

Pihaknya juga meyakini dengan doa tolak balak semoga pandemi segera berakhir, “Dengan doa tolak balak, pandemi segera berakhir dan bisa hidup normal kembali,” paparnya.

Sementara Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Hien Bio, Lina Chandra (Tjan Ay Ling) menambahkan, sajian yang wajib dihidangkan saat ritual cioko adalah  babi cin, masa o, tem ayam sama cha hong, untuk yang lainnya ada nasi, sambal goreng, rempela ati dan total sajiannya berjumlah 12 macam.

Sementara buah yang harus ada, yakni apel, pir jeruk, semangka dan pisang raja, sementara buah lainnya sebagai pelengkap. “Sajian (makanan dan buah) yang harus ada tersebut memang harus ada, alasannya karena itu sudah ada dari leluhur kami,” kata Lina Chandra disela-sela ritualsembahyang arwah.

Sementara salah satu umat yang hadi, ibu lis berharap supaya diampuni dosa, dan keluarga yang sudah meninggal bisa bahagia, “Saya ngirim 3 arwah, kedua orang tua dan mertua (laki-laki), semoga diberikan yang terbaik,” kata ibu lis. (AJ/YM)

Dokumentasi Sembahyang Arwah di Klenteng Hok Hien Bio Kudus

Prosesi ritual sembahyang arwah sebagai penghormatan kepada leluhur di Klenteng Hok Hien Bio Kudus, Minggu (5/9/2021). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)
Nama-nama arwah ditancapkan di mangkok yang berisi nasi.
salah satu ritual sembahyang arwah dengan membakar puluhan paket yangberisi pakaian,

KOMENTAR SEDULUR ISK :