Dinamika Keluarga Kaluna Hadir dalam 18 Lagu Home Sweet Loan The Musical

oleh -247 Dilihat
(Foto: Istimewa)

NASIONAL, ISKNEWS.COM – Dinamika keluarga Kaluna menjadi salah satu cerita utama yang dihadirkan dalam Home Sweet Loan The Musical. Kisah tentang tanggung jawab, tekanan hidup, konflik keluarga hingga perjuangan mewujudkan impian memiliki rumah tersebut diterjemahkan ke dalam 18 lagu yang akan hadir dalam album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording.

Musikal persembahan Indonesia Kaya dan Visinema bersama Jakarta Art House tersebut dijadwalkan dipentaskan pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Menjelang pementasan, tim produksi memperkenalkan cuplikan adegan Act 1 yang membawa penonton masuk ke kehidupan keluarga Kaluna. Di ruang keluarga, berbagai karakter hadir dengan kepentingan, tuntutan, serta cara menunjukkan kasih sayang yang berbeda.

Situasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Kaluna yang diperankan oleh Kalya Islamadina dan Chintana Jo. Ia harus menghadapi berbagai tanggung jawab keluarga sekaligus belajar menentukan batas antara memenuhi kebutuhan orang lain dan memperjuangkan kehidupan yang diinginkannya sendiri.

“Home Sweet Loan The Musical berangkat dari cerita yang sangat dekat dengan realitas masyarakat hari ini. Persoalan tentang keluarga, tanggung jawab, tekanan hidup di tengah kota, hingga impian untuk memiliki sebuah rumah merupakan keresahan yang dirasakan oleh banyak orang, terutama oleh generasi muda,” ujar Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya.

Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan hidup, pilihan, perjuangan, impian, serta makna rumah bagi setiap orang.

Salah satu karakter yang memperkuat konflik keluarga Kaluna adalah Kanendra, diperankan Simhala Avadana. Karakter tersebut digambarkan berusaha mempertahankan citra kesuksesan di hadapan keluarga. Keinginan untuk memenuhi ekspektasi tersebut justru membuatnya harus berhadapan dengan gengsi dan tekanan yang dibangun sendiri.

Sementara itu, Andrea Miranda yang memerankan Kamala menghadirkan persoalan lain dalam keluarga. Sebagai seseorang yang telah memiliki keluarga sendiri, Kamala juga menghadapi persoalan rumah tangga, keuangan, serta perbedaan pandangan yang turut memengaruhi kehidupan Kaluna.

“Kamala adalah karakter yang cukup dekat dengan realitas banyak orang. Dia sudah berkeluarga dan punya persoalannya sendiri, tetapi di sisi lain kehadiran dirinya dan keluarganya juga ikut menambah beban Kaluna, baik secara finansial maupun dalam keseharian di rumah,” kata Andrea.

Ia menilai konflik dalam keluarga Kaluna tidak selalu lahir dari keinginan untuk menyakiti. Kondisi kehidupan dan keputusan masing-masing karakter justru membuat mereka tanpa sadar saling memberikan dampak.

Dalam perjalanan cerita, kehidupan Kaluna juga dikelilingi sejumlah anggota keluarga lainnya. Ada Bapak dan Ibu yang diperankan Ery Christian Kumendong dan Nita Lesmana, kemudian Kanendra bersama istrinya yang diperankan Lydia Napitupulu dan anaknya Dazelin Rey, Kuncoro yang dimainkan Eriko Yunus, serta Kamala.

Di luar keluarga, Kaluna memiliki lingkungan yang turut memberikan dukungan terhadap impiannya. Rekan kerja seperti Danan yang diperankan Gerry Gerardo, Tanish oleh Alya Zafira, dan Miya oleh Kathy Permata menjadi bagian dari kehidupan Kaluna yang memengaruhi cara pandangnya terhadap keluarga, pekerjaan, kehidupan, dan pilihan yang harus diambil.

Sutradara Home Sweet Loan The Musical, Lisa Reideka, mengatakan keluarga menjadi salah satu ruang paling dekat dengan kehidupan Kaluna sekaligus tempat berbagai konflik yang selama ini dipendam muncul ke permukaan.

Menurut Lisa, tantangan dalam pertunjukan ini adalah membuat konflik keluarga terasa nyata tanpa harus membesar-besarkan persoalan. Setiap karakter dibangun dengan latar belakang dan alasan masing-masing sehingga penonton dapat memahami bahwa kasih sayang dan konflik bisa hadir secara bersamaan dalam sebuah keluarga.

Selain melalui akting, beban kehidupan para karakter juga diterjemahkan lewat gerak tubuh. Koreografi garapan El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati digunakan untuk menggambarkan ritme kehidupan Jakarta serta tekanan yang dirasakan para tokoh.

Gerakan dalam Tepuk Waras hingga visualisasi pergerakan pada Riuh Jakarta menjadi bagian dari bahasa pertunjukan untuk menggambarkan beban mental dan hiruk-pikuk kehidupan masyarakat perkotaan.

Hadirkan 18 Lagu

Perjalanan Kaluna kemudian dirangkai melalui 18 lagu dalam album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording. Album tersebut terdiri atas 14 lagu orisinal dan empat lagu yang sebelumnya telah dirilis.

Lima lagu baru diciptakan Idgitaf, sementara tiga lagu karya Idgitaf yang telah dikenal sebelumnya juga menjadi bagian dari album. Lagu-lagu lainnya ditulis Ivan Tangkulung yang sekaligus bertindak sebagai penulis lagu dan pengarah musik.

Sejumlah lagu seperti Salam Satu Aspal, Satu Nafas Lagi, dan Riuh Jakarta menjadi bagian dari perjalanan cerita Kaluna. Sementara Cukup Nggak Cukup dan Biar Waras membawa keresahan yang lebih luas mengenai kebutuhan hidup, tekanan ekonomi, hingga upaya menjaga kewarasan di tengah tuntutan kehidupan.

Kedua lagu tersebut juga merepresentasikan suara para pekerja di ibu kota serta kelompok sandwich generation yang harus berhadapan dengan berbagai tanggung jawab secara bersamaan.

Ivan Tangkulung mengatakan seluruh musik dalam pertunjukan tersebut sejak awal dirancang sebagai satu rangkaian perjalanan, bukan sekadar kumpulan lagu yang berdiri sendiri.

Setiap lagu memiliki fungsi untuk membawa cerita dan emosi Kaluna menuju tahap berikutnya. Rangkaian tersebut diharapkan membuat penonton dapat merasakan berbagai fase yang dilalui Kaluna, mulai dari tekanan, kemarahan, kelelahan, harapan hingga keberanian untuk menentukan pilihan bagi dirinya sendiri.

Album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording akan dirilis pada 17 September 2026 melalui Apple Music, YouTube Music, Spotify, dan TikTok.

Album tersebut diluncurkan sekitar dua pekan sebelum pertunjukan dimulai sehingga publik dapat lebih dulu mengenal karakter musik dan emosi yang akan dibawa ke atas panggung.

Sementara itu, Home Sweet Loan The Musical akan dipentaskan pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pertunjukan ini mendapat dukungan Bank Syariah Indonesia melalui BSI Griya sebagai langkah untuk mendukung impian generasi sandwich generation memiliki rumah. Taman Ismail Marzuki yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) juga menjadi Official Venue Partner.

Tiket pertunjukan dapat diperoleh melalui loket.com/homesweetloanthemusical. Informasi terbaru mengenai pertunjukan tersedia melalui akun media sosial resmi @homesweetloanthemusical. (AS/YM)