Dinas Perdagangan Kudus Beri Surat Teguran ke Pedagang Pasar Kliwon yang Menunggak Sewa Kios

oleh -598 kali dibaca
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto.

Kudus, isknews.com – Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menyebut jika ada ribuan pedagang yang menunggak pembayaran retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (PKD) atau sewa kios selama beberapa tahun.

“Ada sebanyak 2.417 pedagang Pasar Kliwon Kudus yang menunggak pembayaran retribusi sewa kios selama beberapa tahun hingga nilai tunggakannya mencapai Rp7 miliar dan Nilai tunggakan dari masing-masing pedagang bervariasi karena disesuaikan dengan luas kios yang disewa,” jelasnya saat ditemui isknews.com Selasa (20/4/2021).

Pedagang yang menunggak sewa kios bervariasi, bahkan ada yang mencapai Rp60 jutaan karena menunggaknya cukup lama.

Pedagang yang menunggak, ada yang beralasan belum memiliki uang dan ada yang berpegangan pada surat hak guna bangunan (HGB) hingga tahun 2021, meskipun statusnya berakhir pada tahun 2016. Pedagang yang belum mengikat kontrak, maka secara otomatis juga belum membayar sewa kios sejak tahun 2016.

Alasan pedagang, selain belum memiliki uang juga ada yang berpegangan pada surat hak guna bangunan (HGB) hingga tahun 2021, meskipun statusnya berakhir pada tahun 2016.

Akan tetapi, lanjut dia, efektif penarikan sewa kios dilakukan tahun 2018 setelah para pedagang menandatangani surat perjanjian sewa karena hingga kini belum 100 persen pedagang menandatanganinya. Sebab itulah, Dinas Perdagangan Kudus akan kembali menyurati para pedagang, setelah sebelumnya ada upaya menempelkan stiker bertuliskan “belum membayar retribusi PKD”.

Adapun tarif sewa kios maupun ruko per meter persegi Rp500 per meter persegi per hari, sedangkan los sebesar Rp250 per meter persegi per hari.

Diketahui, Pasar Kliwon Kudus terdapat 35 ruko, 863 kios dan 1.356 los dengan jumlah total pedagang mencapai 2.500 pedagang. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :