Dipertanyakan Semangat Bela Daerah, Ditawari Gaji Standar Liga 3, Calon Pemain Lokal Persiku Menolak

oleh -20.849 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Proses pengikatan pemain Persiku yang dilakukan manajemen baru Persiku melalui penandatanganan kontrak tahap satu nyaris gagal. Dari 9 pemain kategori level 1 dan 2 yang disodori naskah kontrak 8 diantaranya menyatakan tidak bersedia menandatangani kontrak kerja dengan manajemen.

Tercatat hanya satu nama M.Suryadi calon Pemain Tengah asal Demak yang bersedia membubuhkan tanda tangan diatas naskah kontrak, sementara semua pemain lokal asal Kudus menolak.

Sebut saja satu diantaranya Muhammad Andy Harjito seorang pemain lokal yang berposisi sebagai gelandang serang, dirinya menolak disodori angka Rp3 juta perbulan dalam kurun 4 bulan, meski dengan berbagai fasilitas, gaji dan bonus namun tetap menolak.

“Pertimbangannya beberapa waktu lalu saya ditawari klub dari Liga 3 Jakarta Selatan, bernama Batavia FC. Saat itu saya juga ditawari gaji Rp3 juta. Lha ini di Persiku gajinya kok sama,” katanya, Senin (23/08/2021).

Selain itu, Andy Harjito juga mengaku mendapatkan tawaran dari klub Liga 3 Jawa Timur bernama Banyuwangi Putra dengan gaji Rp4 juta/ bulan dalam satu kompetisi. Menurutnya, jika gaji hampir sama, dia memilih untuk bermain di Jakarta atau Banyuwangi.

Atas menolaknya seorang calon pemain itu sehingga mengakibatkan hampir seluruh calon pemain yang hari itu dijadwalkan akan menandatangani kontrak turut meninggalkan ruangan.


“Kalau selisih sedikit mending main di Jakarta atau Banyuwangi. Kalau saya inginnya di sini dapat gaji Rp3,5 juta,” imbuhnya.

Sementara Ahmad Ibnu Yahya pemain depan yang berada di kategori level 2 dan pernah memperkuat Tim Persekat Kabupaten Tegal dihadapan manajemen menyatakan seharusnya dirinya dihargai sebagai pemain setara Liga 2 karena pernah menyukseskan Persekat yang kini promosi di Liga 2.

“Karena kami dulu pernah berhasil membawa Persekat promosi ke Liga 2 maka sudah sewajarnya kami dihargai lebih dari angka ini,” ujar Yahya yang oleh manajemen baru Persekat kini tidak direkrut kembali.

Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo, dalam kesempatan tersebut menyesalkan sikap pasang harga tinggi yang dilakukan oleh para calon pemain Persiku tersebut, meski telah dijelaskan bahwa saat ini Persiku masih menggunakan anggaran dari kantong manajemen, belum ada kucuran APBD dan sponsor.

“Sebetulnya kami sangat ingin Persiku ini diisi oleh para pemain lokal sesuai pesan Bupati dan insan sepakbola di Kudus agar terdapat pembinaan bibit talenta muda dari warga Kudus sendiri, namun apa daya mereka malah membandingkannya dengan gaji klub-klub di liga yang ada diatasnya,” ujar Ardyansyah.

Menurut Ardi, untuk mematok harga standar gaji kepada mereka, pihaknya telah melakukan kajian dan perbandingan dengan klub-klub peserta liga 3 yang ada di Jawa Tengah.

“Insha Allah nila gaji yang kita tawarkan sangat lebih baik, kami meragukan semangat bela kedaerahan mereka,” ungkapnya.

Kini manajemen tegas tetap pada keputusannya untuk tidak lagi menggunakan mereka di skuat Persiku. Meski dari info sejumlah seumber kami mendengar ada penyesalan mereka, bahkan anehnya sejumlah pemain yang menolak menandatangani kontrak sore itu masih tetap ikut berlatih di Stadion bersama Tim official pimpinan Cucun Sulistyo.

“Solusinya bila terpaksa kami akan mendatangkan pemain pengganti dari luar Kudus. Mungkin kami akan buka seleksi kembali, Karena sudah banyak pemain luar kota dan luar Jawa yang melamar namun sempat kami kesampingkan karena lebih mengutamakan potensi pemain lokal,” tandas Ardi. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :