Direktur RSUD Kudus: Kami Tak Pernah Sampaikan Ada Pasien Suspect Corona di Rumah Sakit Ini

oleh -199 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar usai sosialisasi Kesiapsiagaan hadapi ancaman Covid-19 di Pendopo Kabupaten Kudus, kepada awak media mengatakan, bahwa keputusan dirinya untuk menempatkan seorang pasien yang kemudian dihebohkan sebagai terpapar Corona di Ruang Isolasi Khusus adalah karena pasien tersebut dianggap memiliki faktor resiko.

“Prinsipnya kan begini, bahwa semua orang yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah atau negara yang sudah dinyatakan terpapar, itu berarti orang tersebut memiliki yang namanya faktor resiko,” ungkapnya Jumat (06/03/2020).

Lalu menurutnya, ketika orang itu tiba-tiba mengalami gejala-gejala seperti batuk, panas, demam dan sebagainya, “maka akan kami fasilitasi untuk dilakukan pemeriksaan diruang khusus,” terangnya.

dr Aziz Achyar, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (Foto: YM)

Dijelaskannya, ada dua hal yang akan difasilitasinya, pertama akan di ambil swabnya untuk mengetahui diagnosa pasti, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan lalu di kirim ke Balitbangkes di Jakarta serta menunggu hasil uji labnya sekitar 5 hari.

“Lalu yang kedua kita akan lakukan rontgen thorax atau rontgen dada, adalah pemeriksaan guna menampilkan gambaran bagian dalam dada untuk mengetahui adanya Pneumonia atau radang paru-paru, maka akan kita rawat, itulah yang dinamakan pengawasan,” ujarnya dihadapan sejumlah awak media,

Tapi kalau ternyata hasil pemeriksaan thoraxnya negatif atau normal saja maka akan kami kembalikan ke masyarakat, lalu Dinas Kesehatan yang akan memantau.

“Jadi yang di RSUD itu bukan Suspect , tapi lebih pada, kita sedang melakukan pengawasan, karena ada faktor resiko yang berupa riwayat perjalanan, agar semuanya jadi jernih, kami tidak pernah mengatakan itu suspect, kasihan keluarganya juga, karena itu akan menjadi semacam stigma,” terang Aziz.

Seperti diketahui sebelumnya seorang pasien di RSUD Loekmono Hadi Kudus mengaku terserang demam, sedangkan dia mengaku baru pulang dari Korsel selama 11 hari.

Azis mengatakan, kondisi pasien saat diperiksa dalam keadaan sehat. Tetapi, dia belum bisa memastikan pasien positif corona atau tidak hingga hasil uji swab keluar.

“Masih tunggu uji labnya, paling dua hari lagi. Jadi belum bisa memastikan,” ujarnya.

Sebelumnya RSUD dr Loekmono Hadi juga menerima pasien dari kabupaten sekitar Kudus yang baru pulang dari luar negeri. Namun, semua dinyatakan negatif virus korona.

RSUD dr Loekmono Hadi menjadi salah satu rumah sakit di Jateng yang menjadi rujukan pasien suspect virus korona.

Kepada masyarakat Kudus, Aziz mengimbau agar tidak takut dan panik berlebihan terhadap isu penyebaran virus corona, karena menurutnya Covid-19 memiliki angka kesembuhan yang relatif tinggi dan kematian yang sangat rendah. Bahkan dia menyebut tingkat kesembuhan penyakit ini mencapai 98 persen.

“Relatif lebih mudah ini dibandingkan dengan dulu H1N1 maupun H5N1 yang juga pernah merebak sebelumnya, kematian yang terjadi itu akibat adanya penyakit penyerta dan rata-rata di usia lanjut,” ucapnya. 

Tak hanya itu, jika dibandingkan dengan penyakit air born disease lainnya, seperti tuberkulosis, Aziz Achyar menyebut Covid-19 lebih rendah risikonya. Tuberkulosis memiliki angka kesakitan dan kematian yang lebih tinggi. 

“Kita menduduki urutan nomor tiga dunia penyakit itu dengan angka kematian mencapai 11 orang perjamnya. Saya kira ini lebih berbahaya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Terus jalankan pola hidup sehat saja,” kata Aziz. (YM/YM)



KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.