Disdikpora Kudus Berharap MAPSI Lahirkan Wakil Terbaik ke Tingkat Provinsi

oleh -281 Dilihat
Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, saat di wawanvcara usai pembukaan MAPSI SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota, Kudus di SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus berharap pelaksanaan Musabaqah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD mampu melahirkan siswa-siswa terbaik yang nantinya menjadi wakil Kabupaten Kudus di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, saat pembukaan MAPSI SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus di SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Sabtu (5/9/2026).

Maulana mengatakan, MAPSI bukan hanya menjadi ajang untuk memperoleh juara, tetapi juga menjadi sarana menemukan potensi dan talenta siswa di bidang pendidikan agama Islam serta seni Islami.

“Harapannya dari kegiatan ini nanti muncul talenta-talenta anak yang selama ini mungkin masih terpendam, khususnya di bidang pendidikan agama dan seni Islam,” ujarnya.

Menurutnya, para siswa yang menjadi juara di tingkat kecamatan akan memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Kudus. Dari setiap cabang lomba nantinya akan dipilih peserta terbaik untuk berkompetisi dalam MAPSI tingkat kabupaten.

MAPSI tingkat Kabupaten Kudus dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026. Pada tahapan tersebut, para juara dari masing-masing kecamatan akan kembali berkompetisi untuk mendapatkan hasil terbaik.

“Yang terbaik nanti akan kita seleksi di tingkat Kabupaten Kudus pada 14 Oktober. Dari sana, juara terbaik akan mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” jelasnya.

Ia menyebut MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung pada 11-13 November 2026 di Kabupaten Purworejo. Karena itu, proses seleksi sejak tingkat kecamatan diharapkan dilakukan secara maksimal agar siswa yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan terbaik.

Maulana juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam perlombaan, khususnya panitia dan dewan juri, menjaga integritas selama proses kompetisi. Penilaian diharapkan dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan peserta.

“Kalau ada hal-hal yang kurang berkenan, misalnya terkait dewan juri atau lainnya, bisa dikomunikasikan. Integritas harus dijaga oleh semua, baik dewan juri maupun panitia,” katanya.

Ia menegaskan, siswa yang nantinya menjadi wakil Kabupaten Kudus harus merupakan peserta yang benar-benar memiliki kemampuan terbaik, bukan karena faktor lain di luar prestasi.

“Di Kecamatan Kota ini bisa diibaratkan menjadi salah satu barometer. Kami berharap dewan juri memberikan penilaian yang terbaik untuk anak-anak. Tidak ada tendensi apa-apa, sehingga yang diambil memang benar-benar yang terbaik,” tegasnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, Maulana berharap MAPSI dapat mendorong sekolah untuk semakin memberikan ruang bagi pengembangan pendidikan agama Islam. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap penguatan pendidikan keagamaan di sekolah.

Sementara itu, MAPSI SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus diikuti 482 peserta dengan mempertandingkan 13 cabang lomba. Cabang yang dilombakan antara lain tilawatil Quran, azan, tahfiz, cerita Islami, khitobah, praktik wudu dan salat, TIK Informatika Islami, serta sejumlah cabang seni religi dan rebana.

Maulana berharap seluruh rangkaian MAPSI dapat berlangsung lancar dan menghasilkan peserta terbaik yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi.

“Kita berharap dari kegiatan ini benar-benar keluar talenta-talenta terbaik anak-anak di bidang pendidikan agama, sehingga nantinya mampu membawa nama baik Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” pungkasnya. (AS/YM)