Disdikpora Kudus Optimalkan Pendidikan Nonformal Lewat Program Kecakapan Kerja Desain Grafis

oleh -426 Dilihat
Suasana pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Keterampilan Desain Grafis Tahun 2026 yang diselenggarakan LKP NIDA COURSE bersama Disdikpora Kabupaten Kudus. (Foto : ist)

KUDUS, ISKNEWS.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus terus memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendukung penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Keterampilan Desain Grafis Tahun Anggaran 2026 agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut digelar oleh LKP NIDA COURSE melalui bantuan pemerintah dari Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Disdikpora Kabupaten Kudus, Arief Dwi Aryanto, S.Kom., M.M., yang hadir mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Arief menyampaikan apresiasi kepada LKP NIDA COURSE atas komitmennya menyelenggarakan pelatihan berbasis keterampilan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan lembaga kursus memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan nonformal merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia karena mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di jalur formal. Lembaga kursus dan pelatihan menjadi mitra penting pemerintah dalam membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujarnya.

Arief menilai perkembangan teknologi digital telah menghadirkan banyak peluang kerja baru yang membutuhkan kemampuan spesifik, salah satunya di bidang desain grafis. Keahlian tersebut kini banyak dimanfaatkan pada sektor industri kreatif, usaha mikro, percetakan, pemasaran digital, hingga berbagai layanan pemerintahan.

Karena itu, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya mampu menguasai teknik pembuatan desain, tetapi juga memiliki kreativitas, etos kerja yang baik, kemampuan berkomunikasi, serta portofolio yang dapat meningkatkan peluang diterima bekerja atau merintis usaha sendiri.

Disdikpora Kabupaten Kudus juga menyampaikan penghargaan kepada LKP NIDA COURSE yang kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai penyelenggara Program PKK Tahun Anggaran 2026. Kepercayaan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan kesempatan ini sebagai investasi masa depan untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, maupun menciptakan peluang usaha baru,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kursus dan pelatihan, serta dunia usaha dan dunia industri, Disdikpora Kabupaten Kudus berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan nonformal yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, inovatif, produktif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Dengan terselenggaranya Program Pendidikan Kecakapan Kerja Tahun Anggaran 2026, semakin banyak masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain meningkatkan kesempatan memperoleh pekerjaan, program ini juga diharapkan mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kabupaten Kudus. (AS/YM)