Kudus, isknews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus tengah mengkaji skema perbaikan bangunan SD Negeri 4 Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, yang mengalami kerusakan pada bagian atap. Opsi perbaikan masih dipertimbangkan, mulai dari penanganan tambal sulam hingga rehabilitasi total, menyesuaikan tingkat kerusakan dan ketersediaan anggaran.
Kerusakan diketahui setelah hujan deras mengguyur wilayah Kudus pada awal Januari 2026. Sejumlah ruangan di sekolah tersebut mengalami kebocoran, sehingga dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap struktur atap bangunan.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan banyak bagian rangka atap telah lapuk dan keropos akibat dimakan rayap. Kondisi tersebut sebelumnya tidak terlihat karena tertutup material plafon dan ternit.
Gedung yang mengalami kerusakan hingga kini masih digunakan untuk ruang guru, ruang kelas IV, V, dan VI, serta gudang sekolah. Aktivitas pembelajaran tetap berlangsung dengan kewaspadaan ekstra dari pihak sekolah.
Guru Kelas I SDN 4 Bulungcangkring, Arum Winarni, mengatakan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah lama mengetahui adanya indikasi kerusakan. Namun tingkat kerusakan yang parah baru diketahui setelah terjadi kebocoran.
“Kalau tidak dicek, tidak kelihatan karena tertutup ternit. Setelah hujan deras kemarin bocor, baru diketahui ternyata kerangkanya sudah keropos parah,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, bangunan tersebut sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan. Pihak sekolah pun telah melaporkan kondisi tersebut kepada Disdikpora Kudus agar segera mendapat penanganan.
“Kami berharap segera ada perbaikan karena ruangannya masih digunakan untuk kegiatan belajar. Kami khawatir jika dibiarkan terlalu lama bisa membahayakan keselamatan siswa dan guru,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kerusakan bangunan di SDN 4 Bulungcangkring.
Menurutnya, saat ini Disdikpora masih melakukan kajian teknis bersama konsultan untuk menentukan bentuk perbaikan yang paling tepat.
“Masih kami kaji apakah perlu dilakukan rehabilitasi total untuk lima lokal atau cukup dengan perbaikan sebagian melalui tambal sulam,” jelas Anggun.
Ia menuturkan, pertimbangan tersebut dilakukan mengingat keterbatasan anggaran perawatan sekolah pada tahun 2026 yang hanya dialokasikan sekitar Rp 3,7 miliar.
Selain SDN 4 Bulungcangkring, Disdikpora Kudus juga telah mencatat sejumlah sekolah lain yang membutuhkan perbaikan, salah satunya SDN 1 Sidomulyo di Kecamatan Jekulo.
“Saat ini kami masih menginventarisasi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan namun belum masuk dalam program rehabilitasi reguler. Untuk anggaran perawatan tahun ini, kami memprioritaskan penanganan atap dan plafon berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya,” tandasnya. (AS/YM)






