Disisir Jibom Brimob Pati, Paket Kardus di GITJ Ploso Terungkap, Ini Isinya?

oleh -3102 Dilihat
Proses sterilisasi Paket kardus mencurigakan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Pati. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com  — Paket kardus mencurigakan yang ditemukan di area rumah penjaga Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu pagi (20/5/2026), sempat membuat geger warga dan jemaat gereja.

Paket tersebut bahkan memicu sterilisasi oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Pati selama kurang lebih tiga jam.

Kardus misterius itu pertama kali diketahui sekitar pukul 06.25 WIB.

Pendeta GITJ Ploso, Danang Tutut, curiga setelah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan seseorang tak dikenal datang menggunakan sepeda motor dan meletakkan paket di depan rumah penjaga gereja.

Orang tersebut terlihat mengenakan helm, masker, dan sarung tangan sehingga menambah kecurigaan pihak gereja.

“Saya lihat di CCTV ada orang datang menaruh paket. Orangnya pakai helm, masker, sama sarung tangan, jadi kami curiga,” ujar Danang.

Karena tidak mengetahui siapa pengirim maupun isi paket tersebut,

Danang memilih tidak membuka kardus itu dan langsung melapor kepada pemerintah desa serta aparat keamanan.

“Saya tidak berani buka. Langsung saya laporkan ke perangkat desa dan Babinsa,” katanya.

Danang juga sempat menanyakan kepada jemaat melalui grup WhatsApp gereja terkait kemungkinan ada yang mengirim paket tersebut.

Namun tidak ada satu pun jemaat yang mengaku.

“Saya tanyakan ke jemaat siapa tahu ada yang kirim, tapi tidak ada yang merasa mengirim,” imbuhnya.

Mendapat laporan itu, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di sekitar area rumah penjaga gereja.

Tim Jibom Brimob Pati kemudian diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan sterilisasi.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Eko Pujiyono mengatakan, pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur standar penanganan benda mencurigakan.

“Awalnya kami lakukan pemeriksaan menggunakan metal detector dan tidak ditemukan unsur logam mencurigakan,” ujarnya.

Setelah dipastikan aman, petugas kemudian membuka paket tersebut dengan prosedur sterilisasi khusus.

Hasilnya, isi kardus ternyata bukan bahan berbahaya.

“Setelah dilakukan sterilisasi dan dibuka, ternyata isinya hanya sayuran dan jajanan pasar, itu loh bahan yang biasa buat sayur bening, kacipir,” ungkap Eko.

Ia menduga paket tersebut kemungkinan salah kirim. Meski demikian, polisi tetap melakukan penanganan serius karena paket itu dianggap mencurigakan dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

“Ini memang SOP. Ketika ada barang mencurigakan, kami harus memastikan apakah berbahaya atau tidak. Alhamdulillah hasilnya aman,” jelasnya.

Selain memeriksa paket, petugas juga melakukan sterilisasi di area sekitar rumah penjaga gereja, termasuk bagian dalam rumah dan sejumlah ruangan lainnya.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki identitas pengirim paket dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Pengirimnya masih kami selidiki. Nanti kami telusuri melalui CCTV dan dilakukan pemeriksaan sesuai SOP,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah panik apabila menemukan barang mencurigakan.

“Kami minta masyarakat tetap tenang. Jika menemukan barang mencurigakan, segera laporkan ke aparat dan jangan dibuka sendiri,” pungkasnya. (YM/YM)