Program Budikdamber Upaya Produktif dan Solutif Warga Untuk Pemulihan Ekonomi

oleh -341 kali dibaca
Foto: Istimewa

Kudus, isknews.com – Program Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) merupakan kegiatan produktif dan solutif warga pada masa pandemi, dalam hal ini untuk kalangan ibu-ibu PKK. Selain itu juga sekaligus meningkatkan gizi keluarga.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto, Rabu (3/2/2021).

Dijelaskannya, Kegiatan Budikdamber ini merupakan penyaluran program Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Anggaran Biaya Tambahan ( ABT) tahun 2020. Semua kecamatan di Kabupaten Kudus memperoleh fasilitasi ini. Setiap kecamatan mendapatkan 99 paket budikdamber. Satu paket yaitu ember terdiri dari 60 ekor benih lele ukuran 8cm, pakan, gelas air mineral, arang dan bibit kangkung.

Kecamatan Dawe dipusatkan di desa Puyoh, Kecamatan Mejobo berada di desa Jepang, kecamatan Jati lokasinya di Desa Jetis Kapuan. Kemudian Kecamatan Undaan ditempatkan pada desa Karangrowo, Kecamatan Bae di desa Purworejo, Kecamatan Kota di Nganguk, Kecamatan Kaliwungu , Kecamatan Gebog di desa Besito dan Kecamatan Jekulo dipusatkan di Desa Jekulo.

Setelah semua paket diterima beberapa waktu lalu, maka hari ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus melalui Bidang Perikanan melaksanakan monitoring. Guna mengetahui perkembangan dan pemanfaatan bukdidamber oleh ibu-ibu PKK. Tim monitoring dipimpin Kepala Bidang Perikanan, Wahyudi didampingi para penyuluh perikanan.

Program budikdamber ini mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa yang menjadi lokasi. Seperti terlihat di Desa Puyoh. Kedatangan tim monitoring disambut langsung oleh Kepala Desa Puyoh, Wahyudi didampingi perangkat desa setempat.

Kepala Desa menyampaikan terima kasihnya pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang telah memfasilitasi budikdamber untuk para ibu PKK di wilayah desanya. Sehingga menjadi stimulis untuk kegiatan kedepan.

“ Adanya budikdamber ini membuat ibu-ibu lebih senang menkonsumsi ikan karena mereka yang memelihara dan tahu pakannya. Kan sebelumnya ada ibu-ibu yang tidak mau makan lele. Kedepan kita akan perbanyak budidaya ikan dalam ember ini melalui anggaran dana desa. Jadi akan lebih banyak menyebar ke rumah tangga warga melalui PKK ,” ucap Wahyudi, Kepala Desa Puyoh. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :