Dispertan Pangan Bersama PCPI Kudus Jalin Sinergi olah Hasil Pertanian

oleh -268 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus bersinergi dengan para chef profesional yang tergabung dalam Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) cabang Kudus.

“Dengan kerjasama ini, diharapkan semakin meningkatkan motivasi untuk berinovasi penanganan paska panen hasil pertanian (Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan) agar makin berkualitas,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto saat menerima PCPI, Rabu (14/04/2021).

Kedatangan PCPI Cabang Kudus ini didampingi Abdullah Muttaqin, Kasie Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan bersama Sundarsih , Kasie Ketersedian Pangan dan Distribusi pada Bidang Ketahanan Pangan, diterima di ruang Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Rabu (14/04/2021).

Diharapkan juga, lanjut Catur, semoga bisa bersama-sama meningkatkan olahan pangan dari paska panen binaan dinas. Bila selama ini hanya menjadi olahan kuliner-kuliner biasa, maka dengan hadirnya chef profesional maka nilai produk pangan semakin meningkat dan berkelas. Dimana akan berdampak meningkatkan harga panen dari petani, peternak maupun pembudidaya ikan.

“ Bu Mawar sebagai TP PKK Kabupaten Kudus sudah menyampaikan bahwa PKK tidak lepas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Oleh karena itu kita senang dengan adanya chef-chef profesional ini. Sebab bisa mengisi pelatihan dan mengajarkan mengolah hasil pertanian kudus menjadi beranekaragam untuk konsumsi keluarga. Produk-produk kuliner kita bisa menjadi semakin berkelas ,” kata Catur Sulistiyanto pada rombongan PCPI yang terdiri dari M Kirom (Penasehat PCPI Kudus), Veronica ( Wakil Ketua) , Nailis ( Bendahara) dan Lathief (Sekretaris).

Selanjutnya, PCPI “ditantang” untuk membuat program-program guna lebih mengexplor potensi-potensi bahan pangan lokal kudus menjadi lebih dari saat ini.

Menanggapi hal tersebut, M. Kirom, menyatakan bahwa PCPI menyatakan siap untuk bersinergi Dinas Pertanian dan Pangan Kudus yang memiliki program pendampingan petani. Sehingga tidak akan ada lagi produk pertanian berharga murah, karena sudah mendapatkan sentuhan olahan dari para chef.

“ Sehingga masyarakat semakin mendapatkan suguhan produk wisata kuliner  lebih beragam. Sebab bisa saja saat ini ada produk-produk hasil pertanian yang belum terangkat jadi bentuk olahan. Padahal produk khas Kudus ,” ucap Kirom.

Nailis, Bendahara PCPI, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah pernah melakukan percobaan pengolahan terong  yang harganya sangat murah dari petani menjadi jenang.

“ Rasanya enak setelah jadi jenang. Banyak teman-teman yang sudah mencicipinya. Belum kita kasih nama, bisa juga disebut Jerong ( jenang terong) ,” jelasnya dengan nada bergurau.

Nailis bersama Veronica  menyatakan akan segera melakukan explore kuliner dari bahan porang yang saat ini sedang trend namun harga siap sajinya sangat mahal. Diharapkan dengan produk kuliner berbahan porang ini, warga kudus bisa menikmati dengan harga lebih terjangkau. Disisi lain hasil panen dari petani porang juga bisa langsung terserap. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :