Disuntik Imunisasi MR Tak Sakit

oleh -924 kali dibaca

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Raut muka tegang dan deg-degan nampak di sejumlah siswa SDN 1 Jambu Timur Kecamatan Mlonggo, Selasa (1/8/017) pagi. Ratusan siswa dari kelas satu hingga enam ini ternyata hendak diimunisasi MR (Measles-Rubella, Campak Rubella). Meski awalnya banyak yang tegang, toh akhirnya siswa-siswi ini mengaku jika imunisasi MR ini tidak sesakit yang dikira.

Salah satunya yakni Irgi (8). Dirinya mengaku lega setelah disuntik imunisasi itu. Meskipun tidak tahu tujuan kegiatan tersebut, namun ia mengaku lega sudah disuntik. “Rasanya seperti digigit semut saja. Tidak sesakit yang dibayangkan,” katanya.

Seorang siswa lainnya, Ahmad Khoirulyani (11) mengatakan sempat takut ketika petugas medis hendak menyuntik lengan kirinya. Ia bahkan tak berani melihat jarum suntik. “Agak sedikit kemeng sih, tapi tidak apa-apa,” akunya.

Siswa kelas lima itu mengatakan, tujuan imunisasi itu adalah untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Namun ia mengaku tak tahu jenis penyakit apa itu. “Pokoknya untuk penyakit itu,” katanya.

Kegiatan pencanangan Imunisasi MR di Jepara memang dilaksanakan di SDN 1 Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Selasa (1/8/2017). Ratusan murid dari kelas satu hingga enam ikut serta dalam kegiatan itu. Di Jepara, program ini menyasar 292.886 orang usia 9-15 tahun. Imunisasi tersebut dilaksanakan selama dua bulan, Agustus-September 2017.

“Agustus ini difokuskan bagi anak-anak yang bersekolah. Sementara pada bulan September dilaksanakan untuk anak rentang usia tersebut yang belum bersekolah. Untuk program ini, tiap puskesmas di Jepara menyiagakan 4-5 petugas,” tutur Dwi Susilowati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara.

Seperti diketahui, imunisasi MR ini penting bagi kesehatan anak-anak warga Indonesia. Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, keduanya adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran napas dan disebabkan oleh virus. Jika seseorang terkena campak ia akan mudah terserang penyakit dan menyebabkan komplikasi seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), diare, kebutaan bahkan kematian.

Sementara itu, jika seorang anak terkena virus rubella biasanya hanya menderita penyakit ringan. Namun jika menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang nantinya dilahirkan.

Kecacatan akibat virus rubella pada ibu hamil disebut sebagai sindroma rubella kongenital. Hal itu menyebabkan kelainan pada jantung, mata, tuli dan perlambatan tumbuh kembang. Untuk penyakit yang disebabkan oleh campak dan rubella tidak dapat diobati, akan tetapi bisa dicegah dengan cara melakukan imunisasi. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.