Ditambal Gunakan Karung Pasir, Tanggul Sungai Pladen Jebol Akibat Tersumbat Sampah dan Arus Deras

oleh

Kudus, isknews.com – Pasca jebolnya tanggul sungai Plelesan Dukuh Jawik Desa Pladen Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, akibat tak kuat menahan arus dari derasnya aliran sungai akibat hujan dengan curah tinggi di Wilayah Kabupaten Kudus.

Hari ini sejumlah relawan BPBD, anggota TNI dan Polsek Jekulo serta warga bergotong royong menambal jebolnya tanggul dengan sak-sak berisikan tanah padas serta membersihkan lumpur sisa banjir bandang yang menerjang desa tersebut pada Rabu (01/01/2019) semalam.

Air yang melimpas hingga kehalaman rumah-rumah warga itu sempat membuat jalanan di kawasan tersebut tertutup arus air dan seolah menjadi seperti sungai baru.

Sejumlah anggota TNI, Polri, Relawan BPBD dan warga saat bergotongroyong menambal tanggul yang jebol gunakan karung pasir (Foto: YM)

Menurut Kepala Desa Pladen, Ely Widiastuti, dampak dari limpasan air yang disertai lumpur itu menimpa sekitar 150 rumah warga di wilayah RT 3 RW 3 dan di RT 4 RW 4. Kendati luapan air tak sampai memasuki rumah warga sehingga masih dalam kondisi aman.

TRENDING :  PRIA TANPA IDENTITAS MENINGGAL TERTABRAK BUS DI DEMAK

“Jebolnya tanggul di titik ini juga akibat tersumbat oleh tumpukan sampah yang sempat menyangkut bentangan-bentangan tali penyangga tiang listrik milik PLN yang sebagian ditancapkan di sisi yang terlewati arus sungai ini,” ujar Kades sambil menunjukkan sampah yang menyangkut di bentang kawat PLN, Kamis (02/01/2018).

Dirinya mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan normalisasi sungai Nglangak (sungai yang melintasi Dukuh Jawik, Desa Pladen, Kecamatan Jekulo -red). Guna meminimalisir resiko terjadinya bencana serupa.

TRENDING :  Stok Blanko E-KTP Kudus Aman, Warga Yang Masih Gunakan Suket Silahkan Tukar di Kecamatan

Tak hanya di kawasan itu, dari pantauan media ini, bahkan air bercampur lumpur itu juga sempat menggenangi halaman bangunan SD 4 Pladen.

Sehingga di hari pertama masuk sekolah ini sejumlah siswa dan guru SD 4 Pladen, Kecamatan Jekulo justru disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih lumpur di halaman sekolah mereka.

Suasana depan dan halaman SD 4 Pladen yang sempat tergenang luapan banjir yang disertai lumpur (foto: YM)

Suryati, Kepala SD 4 Pladen mengatakan meski banjir bandang tersebut merupakan bencana tahunan yang terjadi di daerahnya. Akan tetapi kali ini diklaimnya sebagai yang terparah.

“Biasanya lumpurnya hanya di jalanan depan sekolah. Kali ini sampai masuk ke halaman dengan ketebalan 5-15 centimeter,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan pembersihan halaman dari lumpur.

TRENDING :  Peringati Milad 100 Tahun TK Aisyiyah Bustanul Athfal, PDA Kudus Gelar Expo dan Pentas Seni

Kendati begitu, dirinya menegaskan jika hal tersebut tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolahnya. Para siswa kelas 1, 2 dan 3 tetap mengikuti proses belajar sebagaimana biasa. Sedangkan untuk siswa kelas 4, 5 dan 6 membantu kerja bakti membersihkan lumpur di halaman sekolah.

Menanggapi kejadian semacam ini, Suryati mengaku akan mangajukan bantuan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus untuk peninggian akses jalan di bawah gapura sekolah. Dengan bantuan tersebut, pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :