Ditunjuk Dinkes Provinsi Bila Ada Pasien Corona Virus, RSUD Loekmono Hadi Siapkan Satu Ruang Isolasi

oleh -197 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Isu kesehatan yang menjadi buah bibir internasional terkait merebaknya virus Corona di China juga ditanggapi oleh sejumlah operator kesehatan di tanah air.

Sebagai bentuk kewaspadaan atas kasus penyakit corona jenis baru atau yang dikenal dengan Novel Corona Virus (nCOV) yang mewabah di kota Wuhan, China. Dan kini, kabarnya telah menyebar ke sejumlah negara di Asia.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi setempat menunjuk 10 rumah sakit sebagai rujukan apabila ditemukan pasien yang diduga terinfeksi atau suspek virus corona.

Dari sepuluh rumah sakit tersebut, salah satunya adalah RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Aziz Achyar (Foto: istimewa)

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Aziz Achyar mengatakan jika pihaknya telah menyiapkan satu ruang isolasi untuk mengkarantina pasien suspek virus corona. Ruang yang terletak dibagian luar bangunan rumah sakit itu dilengkapi dengan dua bad yang mempu manampung dua pasien.

Sehingga jika ada pasien yang terindikasi virus tersebut dapat masuk ke karantina di ruang isolasi.

“‎Di Tiongkok sudah ada ratusan kasus, sehingga tidak menutup kemungkinan juga di Indonesia khususnya Kudus juga bisa terjadi penularan,” kata dia, Senin (27/1/2020)

Makanya, ruang isolasi itu dibutuhkan untuk menampung pasien yang terjangkit virus corona.

“Ruangan ini berada di luar, jadi pasien bi‎sa langsung masuk setelah turun dari mobil ambulans,” katanya.

Menurutnya, teknologi yang digunakan untuk ruang isolasi nCOV sama dengan ruang isolasi TB MDR. Yakni menggunakan tekanan negatif. Dimana ruang tersebut tidak menggunakan fasilitas pendingin ruang, melainkan menggunakan kipas angin dan penyedot udara.

“Ruang ini kami siapkan mulai hari ini. Dan akan siap seutuhnya dalam beberapa hari kedepan,” terang dia.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mohammad Nasiban mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Salah satunya dengan melakukan pengobaatan segera bila mengalami gejala batuk kering akut, demam tinggi, sakit kelapa dan sesak nafas.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat. Dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar, mengingat penyakit saluran pernafasan ini ditularkan melalui udara.

“Meskipun Jawa Tengah tidak ditetapkan sebagai daerah rawan nCOV. Tetapi kita sebagai warganya juga perlu waspada,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.