Djarum Foundation Bantah Tuduhan KPAI Soal Eksploitasi Anak pada Audisi Badminton

oleh
Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) belum lama ini mengklaim bahwa pihak Djarum Foundation mengeksploitasi anak-anak dalam audisi beasiswa bulutangkis.

“Kegiatan audisi beasiswa bulutangkis yang dilakukan oleh Djarum Foundation pada hari Minggu 28 Juli 2019 lalu di GOR KONI Bandung itu sebagai sebuah bentuk kegiatan eksploitasi anak secara terselubung oleh industri rokok,” kata komisioner KPAI, Siti Hikmawaty yang kami lansir dari laman Tempo.

Siti mengatakan, KPAI sebelumnya telah memanggil pihak Djarum Foundation dan menjelaskan pengertian eksploitasi anak yang terkandung dalam kegiatan audisi tersebut. Semula, KPAI berharap sudah terjadi kesepahaman dengan pihak Djarum Foundation untuk tidak lagi mengadakan kegiatan serupa. “Namun ternyata prediksi ini salah,” ujarnya.

TRENDING :  Pengajian Umum dan Kumandang Seribu Terbang Masjid Agung Kudus Ditunda

Masih di laman Tempo, tertulis bahwa KPAI sangat menyesalkan adanya kegiatan yang mengeksploitasi anak-anak. “Untuk itu KPAI meminta agar Djarum Foundation menghentikan agenda kegiatan audisi yang masih akan dilakukan di beberapa kota lagi.”

Sementara Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin membantah tuduhan eksploitasi anak yang dilayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lentera Anak terhadap kegiatan seleksi beasiswa bulutangkis Djarum di GOR KONI Bandung, Minggu (28/7/2019) pekan lalu.

Menurut Yoppy, seleksi tersebut murni dilakukan demi kepentingan menjaring bibit atlet masa depan bulutangkis Indonesia.

TRENDING :  Pembangunan Foudcourt Taman Bumi Wangi Kudus Dilanjutkan Usai Lebaran

Djarum Foundation memang sedang melangsungkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 untuk usia di bawah 11 tahun dan 13 tahun di lima kota yaitu Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya dan Kudus.

“Jadi kami murni pembinaan olahraga. Kami tidak hanya bulutangkis, ada SSB, ada panahan, ada voli, semuanya adalah murni pembinaan olahraga. Karena anak-anaknya betul ada, tulisan Djarum betul ada, tapi Djarumnya yang di situ adalah Djarum Badminton Club, Djarum Foundation, bukan produk rokok sama sekali. Itu yang kita perlu cermati, bahwa tidak ada event promosi rokok sama sekali,” kata Yoppy saat ditemui awak media, Rabu (31/7/2019) di GOR Djarum Jati Kudus.

TRENDING :  Kasus Praperadilan Dakwaan Pencurian Motor, JPU Tidak Dilengkapi Sprinlidik

Yoppy membantah adanya promosi rokok dalam kegiatan tahunan tersebut. Menurut dia, kegiatan murni dilaksanakan Djarum Foundation dan yayasan ini berdiri terpisah dari perusahaan rokok Djarum.

Menurut Yoppy, jalan keluarnya harus ada pihak yang menjembatani antara persepsi PB Djarum, maupun persepsi KPAI. Sejauh ini belum ada pertemuan lagi dengan KPAI. Ia mengaku siap jika dipertemukan.

“Kami pernah bertemu beberapa bulan yang lalu. Hasilnya sepakat untuk tidak sepakat. Karena persepsi mereka dengan persepsi kita, berbeda,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :