Djarum Foundation dan Pemkab Kudus Teken MoU Dukung Tingkatkan Kualitas Pendidikan

oleh -576 kali dibaca
Bakti Pendidikan Djarum Foundation bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus menandatangani nota kesepahaman (MoU) peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus. Foto: Istimewa

Kudus, isknews.com – Bakti Pendidikan Djarum Foundation bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan seminar pendidikan dengan judul ‘Penerapan Kecakapan Sosial Emosional Untuk Generasi Emas‘.

Kegiatan MoU berlangsung di Wisma Djarum Desa Ploso Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (24/2/2021), bertujuan untuk bersama-sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus dengan melakukan pelatihan kepada guru dan Kepala sekolah dalam menciptakan sekolah yang berbasis kemampuan sosial-emosional.

Acara ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, SH., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Drs. H. Akhmad Mundakir, M. Si. Beserta 20 kepala sekolah di Kabupaten Kudus.

Vika Andina selaku Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation menyampaikan, “Tentunya dalam pelatihan dan pendampingan yang dilakukan ini kami berfokus pada tujuan kami, yaitu, mencetak generasi emas penerus bangsa yang tidak hanya cakap secara kognitif namun jugs unggul secara kemampuan sosial-emosional agar dapat bersaing dan berhasil di abad ke-21 ini balk di bidang akademik maupun non-akademik.”

Bakti Pendidikan Djarum Foundation bersama dengan Kelas Lentera PT Kuark Internasional akan melakukan pelatihan dan pendampingan ini selama satu tahun dari Februari 2021 hingga Februari 2022 dengan melibatkan 20 sekolah yang terdiri dari 7 SD dan 3 MI, serta 7 SMP dan 3 MTs di Kabupaten Kudus dengan total 20 Kepala sekolah dan 635 guru.

Sasaran pendampingan yang dilakukan di 20 sekolah tersebut adalah kepada guru dan kepala sekolah karena dua pihak ini yang bertanggung jawab penuh dalam menciptakan iklim sekolah yang kondusif dalam melaksanakan pembelajaran kemampuan sosial-emosional.

Guru menerapkan keterampilan sosial-emosional ke dalam pembelajaran di dalam kelas, ekstrakurikuler, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan langsung dengan siswa. Kepala sekolah menerapkan keterampilan sosial-emosional sebagai pembuat kebijakan, mengawasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dan menjadi penghubung dengan pihak luar baik prang tua maupun pemangku kepentingan terkait.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, SH berharap, Kepada sekolah yang mendapat pelatihan dan pendampingan ini, dapat menjadi contoh dan pemicu bagi sekolah-sekolah lainnya, “Kami juga akan memperluas program ini dengan melibatkan Pusat Belajar Guru Kudus untuk menjadi bagian dari percepatan penerapan di seluruh sekolah di Kabupaten Kudus,” tegasnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Drs. H. Akhmad Mundakir, M.Si., juga berharap langkah ini dapat menumbuhkan kecakapan sosial-emosional yang baik untuk siswa-siswi kami di Kabupaten Kudus dan membawa kemajuan untuk generasi muda kedepannya. “Semoga langkah ini bisa bermanfaat dan membawa kemajuan kedepan, khususnya generasi muda,” terangnya.

Pentingnya Penerapan Kecakapan Sosial Emosional untuk Sekolah di Kabupaten Kudus

Mendidik generasi masa depan menjadi tantangan besar di abad 21 ini. Dunia semakin berkembang menjadi tempat yang sangat kompleks dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Pembekalan keterampilan abad ke-21 sangat dibutuhkan untuk generasi masa depan agar menjadi individu yang siap menghadapi tuntutan zaman.

Keterampilan abad ke-21 mengacu pada serangkaian pengetahuan, keterampilan, kinerja, dan karakter. Keterampilan abad ke-21 dapat digolongkan ke dalam kognitif (kemampuan membaca, matematika, dan sains) dan sosial-emosional. Keterampilan sosial-emosional mencakup pengetahuan, sikap, dan kemampuan yang diperlukan individu untuk mengenali dan mengendalikan emosi dan perilaku mereka; membangun dan memelihara hubungan yang positif; membuat keputusan yang bertanggung jawab dan memecahkan situasi yang menantang; serta menetapkan dan mencapai tujuan positif.

Menurut Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) keterampilan sosial-emosional telah terbukti tidak hanya mempengaruhi banyak hasil kehidupan yang penting, tetapi juga mempengaruhi perkembangan dan penggunaan keterampilan kognitif siswa.

Kemampuan sosial-emosional pada siswa tentunya dapat ditingkatkan melalui pendidikan di sekolah, keluarga, dan lingkungan. Secara garis besar kemampuan sosial-emosional sejalan dengan kurikulum sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Maka dari itu, Bakti Pendidikan Djarum Foundation bersama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serta Kementerian Agama di Kabupaten Kudus melaksanakan program pengembangan kemampuan sosial-emosional di sekolah melalui pelatihan dan pendampingan tidak hanya kepada guru dan kepala sekolah namun juga kepada orang tua siswa. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :