DKK dan RSU Diminta Berikan Pelayanan Terbaik

oleh

KUDUS – Kasus meninggalnya bayi Debora (4 bulan) di Jakarta menyita perhatian banyak pihak. Termasuk Bupati Kudus H. Musthofa. Untuk itu, dirinya meminta semua jajaran kesehatan di Kudus untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Hal ini disampaikannya di hadapan kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, para kepala puskesmas, beserta tenaga kesehatan di pendopo Kabupaten, Senin (11/9/17). Bupati mengambil langkah cepat ini agar kasus serupa tidak terjadi di Kudus.

TRENDING :  PROYEKSI PEROLEHAN DBHCHT TAHUN 2016

“Jangan ada ‘Debora’ di Kudus!,” tegasnya.

Pelayanan terbaik yang dimaksudkan adalah agar semua fasilitas kesehatan di Kudus (baik negeri maupun swasta) memberikan pelayanan terbaik atas dasar kemanusiaan. Bukan atas dasar/berorientasi materi.

Bupati dua periode ini meminta agar siapapun yang datang ke puskesmas/rumah sakit bisa segera terlayani. Tanpa melihat latar belakangnya. Apalagi di Kudus masyarakat bisa dilayani di puskesmas atau kelas III RS hanya dengan KTP.

TRENDING :  Bupati Kudus Kembali Buka Open House

“Dan pelayanan tidak harus dilayani di rumah sakit. Kalau memang bisa dilayani di puskesmas, seharusnya tidak perlu sampai rumah sakit,” imbuhnya.

Kesiapan tenaga media dan segala perlengkapannya menjadi perhatiannya. Dirinya meminta jajaran tenaga kesehatan di bawah koordinasi DKK senantiasa dalam kondisi ‘ready’.

TRENDING :  Bupati: KST sebagai Lini Depan Ketertiban Lingkungan

“Tidak boleh ada puskesmas yang bed-nya terlipat. Semua harus siap menerima pasien kapanpun. Termasuk kebersihan juga harus dijaga,” pesannya.

Komitmen ini tentu hanya ingin memberikan layanan secara maksimal bagi masyarakat Kudus. Bahwa pelayanan kesehatan menjadi prioritasnya. Sinergitas semua pihak diperlukan dalam layanan ini. Termasuk RS swasta juga harus turut mendukung layanan kesehatan ini.(adv.)

KOMENTAR SEDULUR ISK :