DKK Kudus Adakan Workshop Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan

oleh

Kudus, isknews.com – Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut adalah melakukan Pembinaan SDM terkait Penanggung Jawab Program.

Oleh sebab Itulah, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melaksanakan workshop peningkatan kapasitas petugas puskesmas dan rumah sakit se – kabupaten Kudus di Aula Puskesmas Wergu Wetan kecamatan Kota, Senin, (17/7/17).

Workshop yang dihadiri oleh 50 petugas kesehatan tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Joko Dwi Putranto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dokter F Hikari Widodo. Dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatan kapasitas petugas kesehatan dalam pengelolaan sistem informasi dan komunikasi. “Tujuannya, untuk menyamakan pemahaman dalam penggunaan sistem informasi dan komunikasi dalam penanggulangan krisis kesehatan sehingga berita yang disampaikan dapat secara cepat tepat dan akurat,” Jelas Hikari.

TRENDING :  Meriahnya...!!! Puluhan Masyarakat Ikut Pesta HUT RI dengan Gelar Karnaval

Disisi lain, kegiatan Ini untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam pengelolaan data, informasi dan ketrampilan komunikasi saat bencana dan kejadian luar biasa (KLB). “Selain membangun sistem informasi dan komunikasi yang efektif tentunya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemateri tunggal, Sutarman, dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng memberikan gambarannya. Petugas surveilans harus mengetahui potensi penyakit yang ada di wilayah kerjanya, harus mempunyai form PE yang standar dan memahami PE yang berkualitas, PE tidak hanya membawa form PE, berkaitan dengan bencana, ada atau tidak ada korban jiwa hal sederhana yang harus dilakukan seorang petugas surveilans adalah melakukan Rapid Health Assessment(RHA) dan jika diperlukan mendirikan posko kesehatan.

Laporan kebencanaan dapat dilaporkan secara resmi dari bidan desa-petugas surveilans puskesmas-kepala puskesmas dan terakhir ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Stok PMI Kosong, Keluarga Pasien Kebingungan Cari Darah

Seperti halnya penyakit DB, beberapa hal yang perlu dicermati antara lain, petugas RS harus mengetahui betul kriteria penegakan diagnosis kasus DB yang dilengkapi dengan hasil laboratorium angka trombosit dan hematrokit, selain itu petugas surveilans puskesmas harus memahami betul kriteria diadakannya fogging dan yang perlu diperhatikan fogging harus dilengkapi dengan hasil PE yang sesuai SOP dan 3M penanggulangan DB terdiri dari menguras dan menyikat, menutup dan mendaur ulang barang bekas.

Terkait dengan surveilans PD3I, Indonesia menekankan pada reduksi Campak karena virus Campak hanya ada di manusia dan vaksin Campak tersedia. Oleh karena itu petugas surveilans harus mengetahui herd immunity masyarakat di wilayah kerjanya karena cakupan imunisasi Campak tinggi bukan menjadi jaminan herd imunity masyarakat tinggi.

TRENDING :  Kopi Jollong Didorong Menasional

Sementara itu, Any Willianti, Kasie Surveillance dan Imunisasi berharap, camat dan lurah juga kader kesehatan di tiap kelurahan bersama seluruh komponen masyarakat, untuk bersama-sama proaktif memonitor sekaligus melaporkan berbagai jenis penyakit yang diderita seseorang dalam lingkungan masyarakat. Agar, melalui instansi, terkait penyakit tersebut dapat terdata dan sesegera mungkin ditindaklanjuti dalam proses pengobatannya.

Dirinya menambahkan, untuk kabupaten Kudus sendiri, sampai saat ini kaitannya dengan pendataan penyakit dalam lingkungan masyarakat berjalan dengan baik. Hal ini terwujud melalui kerjasama dari berbagai elemen masyarakat bersama para kader kesehatan yang tentunya berkoordinasi setiap pekannya dengan puskesmas di masing-masing kelurahan, “Hal ini menjadikan kabupaten Kudus mendapat penghargaan beberapa waktu lalu, yakni masuk 5 besar target laporan terbaik Survailance di provinsi Jawa Tengah.” pungkasnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :