DKK Kudus Gelar Koordinasi Tim Pubic Private Mix, Guna Penguatan Jejaring Layanan TBC

oleh -99 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menggelar koordinasi Tim Public Private Mix guna penguatan jejaring layanan TBC di hotel @hom, Rabu (23/03/2022).

Kegiatan diikuti oleh 33 peserta dari Tim Public Private Mix di Kudus beserta 5 perwakilan puskesmas yang terdiri dari Puskesmas Ngembal Kulon, Puskesmas Dersalam, Puskesmas, Undaan, Puskesmas Wergu Wetan, dan Puskesmas Ngemplak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus Darsono, menyampaikan, kegiatan koordinasi ini dilangsungkan berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI nomor PM.01.01/III/1207/2022 tentang Gerakan Optimalisasi Penemuan Kasus Tuberkulosis dalam rangka Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2022.

Adapun tujuan dari penyelenggara kegiatan, diantaranya, untuk memperkuat komitmen, meningkatkan peran serta dan rasa kepemilikan semua pihak, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Media dan pihak swasta, semesta serta komunitas untuk berperan dalam upaya program pencegahan dan pengendalian TBC.

“Untuk meningkatkan pula penemuan kasus TBC lewat investigasi kontak, mempercepat cakupan pemberian TPT, dan meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya terapi untuk pencegahan TBC,” ujarnya.

Diharapkan, dengan dilangsungkannya koordinasi ini bisa membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap upaya program pencegahan dan pengendalian TBC.

Kemudian, bisa berdampak pula terhadap kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan serta mengurangi dampak dari penularan dari penyakit ini.

“Cek kesehatan untuk TBC dan pengobatan ini gratis, baik di rumah sakit maupun puskesmas,” tandasnya.

Selanjutnya, untuk kelanjutan dari kegiatan ini juga diharapkan bisa memunculkan pengembangan riset dan inovasi untuk penanggulangan TBC.

Untuk diketahui, kasus TBC di Kabupaten Kudus hingga Maret 2022 terdapat 307 orang terduga TB, 51 orang pasien, dan 46 orang yang sudah diobati.

“Untuk kasus kematian di tahun ini ada 3 orang,” tuturnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :