DKK Kudus Genjot Program Pencegahan dan Penanggulangan TBC

oleh -136 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus genjot program pencegahan dan penanggulangan TBC (P2TB). Hal itu dikarenakan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) termasuk rawan. Alasannya, karena satu orang penderita bisa menularkan 10 sampai 15 orang yang sehat.

TBC atau TB atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang biasanya menyerang paru-paru, meskipun penyakit ini juga bisa menyerang organ mana pun di tubuh. Penyakit ini bisa berkembang ketika bakteri menyebar melalui tetesan cairan di udara. TBC bisa berakibat fatal, meski dalam banyak kasus, dapat dicegah dan diobati.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Penyakit ini terhitung sudah menewaskan 1,7 juta orang pada tahun 2016. Meski TBC bukanlah penyakit turunan, penyakit ini rentan menyerang siapa saja karena mudahnya penularan.

Seseorang yang memiliki penyakit aktif di paru-paru dapat menyebarkannya melalui udara. “Aktif” di sini berarti kuman TBC berkembang biak dan menyebar di tubuh Anda. Jika Anda berhubungan dekat dengan salah satu penderitanya, Anda bisa saja ikut terkena penyakit ini.

Menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan kabupaten Kudus. Nuryanto, kasus TBC dari Januari hingga Oktober 2020 sebanyak 759 kasus, terkonfirmasi TB Multi Resisten Drug (MDR) terdapat 28 kasus.

“Pasien yang sudah mulai pengobatan sebanyak 25 orang. Bila ada temuan kasus penderita TBC  semakin banyak, itu menjadi lebih bagus untuk  cepat bisa memutus mata rantai penularan,” terangnya Sabtu (21/11/2020). (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :