Dongkrak PAD, BPPKAD Kudus Pasang 60 Alat Perekam Transaksi

oleh -141 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Demi mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah ) Kabupaten Kudus terus melakukan berbagai upaya positif dengan penerapan di sejumlah sektor cakupannya.

Adapun capaian target dan realisasi Pajak Restoran dari tahun ke tahun yakni 2018 sampai 2022 menurut data sudah mencakup realisasi yang maksimal, hanya saja untuk 2022 masih pada tahap Bulan Maret yang baru mencapai 35,7%.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kudus pasang alat tapping box atau perekam transaksi di sejumlah wajib pajak. Hal itu dilakukan untuk mengetahui transaksi dari wajib pajak dan untuk mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pajak daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono melalui Kabid Pendapatan Famny mengatakan ditargetkan tahun ini 60 Wajib Pajak dengan rincian 52 restoran, 5 tempat parkir dan 3 lokasi hiburan dipasangi tapping box. Setelah pada periode pertama telah terpasang 20 WP Restoran, 29 Hotel/Penginapan dan 1 Pajak Hiburan. “Pada Periode pertama kita telah pasang pada 29 Wajib Pungut Pajak Hotel, 20 WP Pajak Restoran dan WP Pajak Hiburan, dengan total 50 alat.”.

Tentu pemasangan tersebut sudah memiliki landasan hukum tersendiri seperti Perda 16/2010 tentang Pajak Restoran, Perda 6/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No 16 Tahun 2010 tentang Pajak Restoran, Perbup 60/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan, Peraturan Daerah No 16 Tahun 2010 tentang Pajak Restoran.

Menurutnya dengan menggunakan alat tersebut, setiap transaksi akan terekam dan terpantau secara real time melalui dashboard Monitoring Pajak. Sehingga nanti akan dilihat saat pembayaran pajak, apakah sesuai dengan pendapatan atau tidak. 

Famny mengatakan dengan pemasangan di 20 titik pada periode pertama, saat ini sudah terjadi peningkatan pendapatan dan terealisasi Rp. 3.465.646.589,- dari target pajak restoran sebesar Rp. 9.701.843.000  atau sebesar 35,7 %. Harapannya dengan adanya pemasangan 52 Wajib Pajak Restoran akan semakin optimal pendapatan pajak dari sektor Pajak Restoran. 

Tahun ini, Famny menargetkan total pemasangan tapping box sebanyak 110 tempat usaha. Kita jadwalkan dalam bulan April ini, teman-teman bersama tim Bank Jateng dan Pol PP memasang tapping box kepada wajib pajak hiburan, restoran, parkir, dan hotel. Selain itu, dalam periode tertentu juga akan ada petugas yang mengontrol dan monitoring penggunaan alat tersebut untuk memastikan tidak dicurangi atau rusak.

Beliau menambahkan jika restoran menolak untuk dipasangi tapping box, sanksi penutupan bisa diterapkan. “Jika tempat usaha menolak pemasangan tapping kita tindak sesuai aturan perbup 60 tahun 2019, sanksinya bisa sampai penutupan,” jelasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :