Dorong Konsumsi Protein Hewani, HKTI Kudus Bagikan Ratusan Telur Gratis ke Warga

oleh

Kudus, isknews.com – Gerakan Makan Telur (Gema) 15 Juta Butir telah dilakukan kelompok Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kudus, dengan cara membagikan ratusan telur gratis bagi petani di Kudus.

Pembagian dilakukan di rumah Ketua Perempuan Tani HKTI Kudus, Hj. Rajimah. Tepatnya di Desa Jetis Kapuan Kecamatan Jati Kudus, Jumat (7/2/2020) siang.

Dengan pembagian telur kali ini, Harapannya untuk mendorong konsumsi protein warga, khususnya kalangan petani, sehingga terpenuhi gizi-nya. ”Hari ini kami membagikan telur untuk setiap warga (KK) mendapatkan 11 butir/bungkusnya,” terang Rajimah saat ditemui isknews.com

Nantinya, selain pembagian telur, kami akan membina mereka kemandirian, pemberian biji-biji tanaman, bibit tanaman, sembako dan lainnya. “Kami akan mempersiapkannya itu semua, sesuai dengan bantuan dari Propinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Warga yang hadir siang itu datang dari beberapa desa di Kudus. “Memang bertahap dan tidak semua desa tercover,” ujar Rajimah yang beberapa waktu lalu telah dilantik menjadi ketua Perempuan Tani HKTI Kudus di gedung juang 45 Semarang, 30 Januari 2020.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Provinsi (DPP) HKTI Jateng, Nur Faisah menjelaskan, Telur yang diberikan itu diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi bagi para penerimanya.

Pembagian telur dilakukan dalam rangka menjalankan program CSR Gerakan Makan (Gema) telur 15 juta butir dari Perempuan Tani HKTI Jateng. Baru 25 kabupaten, dibagikan Gratis dan tidak untuk dijual. Per Kabupaten, penerima telur antara 150 hingga 170 KK (Kartu Keluarga).

”HKTI Jateng juga bekerja sama dengan para camat, lurah dan seluruh petani di Jateng. Melalui kerja sama tersebut kami bisa saling bersinergi dalam mengembangkan pertanian di Jateng,” jelas Nur Faisah .

Ia mengatakan, pembagian telur dapat juga membantu menurunkan risiko stunting. Hal itu supaya konsumsi protein di jateng semakin berkembang. “Kita support ke pemuda-pemuda millenial, kita dorong untuk menjadi petani minimal bercocok tanam di pekarangan rumah, agar petani semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Dikemukakan, setelah program pembagian telur berjalan lancar, rencana program selanjutnya akan memberikan pupuk dan bibit tanaman dengan harga murah bagi petani. Nantinya pertanian di Jateng diharapkan akan lebih berkembang.

”Untuk pengadaan bibit dan pupuk murah akan berkoordinasi dan kerja sama dengan dinas-dinas terkait. Karena itu, kami mengimbau kepada para petani di Jateng untuk memanfaatkan lahannya dengan baik,” ujar Nur Faisah.

Salah satu penerima bantuan telur gratis dari Desa Ploso Kudus Bunda Retno mengaku senang, karena hal itu dapat meringankan beban dari masyarakat yang belum bisa mencukupi protein hewani dalam makanan sehari-hari, ”Pembagian telur gratis bagi petani dirasa banyak membawa manfaat,” bebernya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :