DPC PKB Kudus Bagikan Paket Sembako Untuk 420 Ustad dan Guru Ngaji

oleh

Kudus, isknews.com – DPC PKB Kabupaten Kudus kembali berbagi peduli terhadap masyarakat Kudus. Setelah sebelumnya membagikan masker di Pasar Kliwon Kudus, kali ini DPC PKB Kabupaten Kudus membagikan sembako bagi warga Kudus, khususnya mereka yang terdampak Covid-19 spesifik pada ustad dan para guru ngaji di Kudus.

Pembagian sembako dilakukan secara simbolis di aula lantai 2 Kantor DPC PKB Kabupaten Kudus. Dihadiri Pengurus harian DPC PKB serta anggota DPRD asal  PKB dan sejumlah guru ngaji di Kudus.

Sejumlah Ustad dan guru ngaji di Kudus saat secara simbolis menerima bantuan sembako dari DPC PKB Kudus (Foto: YM)

Dipimpin oleh ketua DPC PKB Kudus, Ilwani menyampaikan Jargon PKB yang semula adalah Membela yang benar, kini sejak sebelum Muktamar PKB 2018 telah berganti dengan jargon PKB Membela Rakyat.

TRENDING :  600 Kader NU Blora Diberangkatkan, Dalam Rangka Harlah NU ke 94

“Itu artinya PKB harus benar-benar berpihak kepada rakyat, disaat wabah pandemi Covid ini, pihak-pihak yang terdampak Covid-19 namun tak tercatat di Dinas Sosial adalah guru ngaji, untuk itulah PKB Kudus pedui akan keadaan guru ngaji di Kudus dengan membagikan sembako,” kata Ilwani yang juga pimpinan DPRD Kudus ini, Jumat (15/05/2020).

Ketua DPC PKB Kudus Ilwani saat mebagikan sembako kepada para guru ngaji (Foto: YM)

Dijelaskannya hari ini PKB membagikan paket sembako kepada para guru ngaji yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Kudus.

“Ini merupakan bantuan sembako yang berasal dari Ketua Umum DPP PKB, H Abdul Muhaemin Iskandar. Karena beliau paham dengan kondisi carit marutnya negeri ini akibat covid-19 sehingga beliau mengamanahkan PKB sebagai partai hijau untuk membantu para ustadz dan guru ngaji khususnya yang ada di Kudus,” kata dia.

TRENDING :  Mulai Mahal dan Langka, DPC PKB Kudus Blusukan Bagi-Bagi Ribuan Masker di Pasar Kliwon
Fungsionaris PKB Mukhasiron saat menyerahkan bantuan sembako kepada ustad dan guru ngaji (Foto: YM)

Menurutnya jumlah paket yang akan dibagikan adalah sebanyak 420 paket. Sesuai amanahnya, akan dibagikan kepada para pajuang PKB. Di antaranya para pengurus MWC serta para guru madrasah dan guru ngaji.

“Karena sebagian besar pengurus PKB itu ya guru ngaji, nanti kekurangannya akan dibantu anggota legislatif yang lain,” tuturnya.

Ilwani menjelaskan, dirinya selaku pimpinan DPRD juga sudah melakukan pengawasan terhadap penganggaran corona di Kabupaten Kudus, pihaknya selalu mewanti-wanti agar diperlukan kehati-hatian karena yang mendapat bantuan Covid-19 khususnya banyak data yang tumpang tindih, sehingga perlu memilah-milah data agar pembagian bantuan social covid-19 ini bisa merata.

TRENDING :  Sejumlah Komoditas Pokok di Pasar Tradisional Kudus Alami Penurunan Harga

Sementara fungsionaris PKB yang lain, Mukhasiron ditempat yang sama mengatakan, dari pantauannya di 9 Kecamatan yang ada di Kudus banyak sekali data yang tumpang tindih baik data dari Pusat, Provinsi maupun Kabupaten.

“Ini harus menjadi evaluasi, masa satu orang bisa memperoleh bansos  dari 3 jenjang tersebut, sementara yang benar-benar membutuhkan malah tidak dapat, nah data ini harus difilterisasi lagi oleh Dinas Sosial,” ungkap Mukhasiron yang juga ketua komisi D di DPRD Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :