DPD BKPRMI Kudus Gelar Dialog Kebangsaan, Ini Pesan Penting Bagi Pemuda Masjid

oleh -91 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – DPD BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kabupaten Kudus menggelar Dialog kebangsaan di gedung JHK Bae Jl. Kudus-Colo Desa Purworejo Kecamatan Bae, Minggu (28/10/2018).

Acara yang diikuti sekitar 200 orang itu bertema “Peran pemuda dan remaja Masjid dalam mencegah radikalisme dan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan patriotisme”.

Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Kudus, Noor Khosim, mengatakan BKPRMI sudah lama di Kabupaten Kudus. “Saya dirikan bersama tokoh agama Islam Kudus dan ini merupakan bentuk kewajiban moral,” tegasnya

Dengan dasar itulah, lanjutnya, para remaja dan masjid sebagai tempat nongkrong dan tidur tetapi harus bisa di buat sebagai ibadah dan sebagai membangun kekuatan islam. “Saya mengapresiasi teman teman panitia untuk menghidupkan kembali BKPRMI Kudus ini untuk membangun kembali kekuatan Islam,” jelasnya.

Disini kami bertujuan silahturahmi dan menyampaikan dialog kebangsaan untuk menuju remaja masjid yang bersatu dan keutuhan NKRI.

Sementara itu, Bupati Kudus yang di bacakan oleh Drs.Eko Hari Djatmiko, Kepala Kesbangpol Kudus mengucapakan selamat kepada para peserta yang sudah dilantik semoga dengan amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik untuk kemaslahatan orang banyak.

Dikatakan Eko, Keberadaan masjid di tengah masyarakat menjadi pusat keagamaan dan dapat memberikan akidah serta menyatukan umat Islam.

Gerakan kembali ke masjid hendaknya dapat membina kehidupan pribadi, keluarga dan umat juga dapat meningkatkan ekonomi kemasyarakatan. “Mudah mudahan dengan kegiatan ini akan lebih baik dalam membangun karakter para remaja masjid,” tandasnya.

Kemudian, Presedium LSM PPM Kabupaten Kudus, Bin Subiyanto mengatakan, Dialog kebangsaan merupakan percakapan timbal balik antara kita tentang Bangsa dan makna Bangsa semula di sebut sebagai sebuah komunikasi yang memiliki ciri khas sekaligus persamaan dalam diri sendiri.

Dalam perkembangannya selalu dielektis sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sistim budaya dan sistim budaya itulah yang di kemudian waktu bila terus menerus di resapi akan menjadi filsafat hidup.

“Filsafat hidup kita sekarang ini menjadi dasar idiologi Bangsa Indonesia dan menjadikan penentu corak kehidupan sehari-hari di negeri Ini,” tegasnya.

Dijelaskannya, Pluralisme lebih baik dikembangkan melalui pendekatan budaya, tidak hanya melalui agama tetapi pentingnya peran budaya dalam mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk mengingat meski terdapat banyak budaya yang ada di Indonesia,namun nilai-nilai inti dari masyarakat di Indonesia relatif sama dari Sabang sampai Merauke.

Kebangsaan didasarkan pada fakta bahwa pluralitas masyarakat Indonesia berpotensi menimbulkan konflik, oleh karena itu nilai-nilai budi luhur bisa menjadi solusi menuju Indonesia damai.

Posisi Pancasila ditengah maraknya ideologi trans nasional saat ini, hubungan antar agama dan budaya, dan pendidikan yang ideal dalam perspektif kebudiluhuran.

Keharmonisan muncul dari manusia yang berbudi luhur dan setiap manusia perlu menata kehidupan yang harmonis.

Ditengah maraknya ideologi transnasional yang berkembang di Indonesia saat ini bahwa Pancasila sudah final, negara kebangsaan sudah final, siapapun yang mengganggu empat pilar kebangsaan adalah musuh kita bersama. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :