dr. Maryata, “Saya Setuju Reorganisasi Persatuan Renang Seluruh Indonesia Kudus, Secepatnya”.

oleh -1,912 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kepemimpinan Dr. Maryata di Pengurus Daerah Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kudus di kritisi oleh para pengurus aktifnya dan ketua klub. Dia dinilai kurang peduli di dalam mengurus cabang-cabang aquatik selama 10 tahun kepengurusannya, hingga banyak program yang tidak mendapatkan dukungannya pun menghambat pembinaan.  Seperti diketahui di Kudus ada beberap klub renang yang kerap menyumbang atlet berbakat yaitu Muria Tirta Club, Tirta Kudus, dan Power Tirta.

Ditemui di lokasi tempat berlatih atlet renang Mulia Wisata Lau Dawe Kudus (6/3) Suparmin dan Soman dua pelatih renang Klub Power Tirta SC, Suparmin dan Soman menyampikan kritikannya kepada pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kudus, agar lebih memperhatikan klub klub renang yang ada di Kudus, ketika disinggung apa yang dimaksud mereka dengan “perhatian”, mereka menjawab dengan tegas “ya termasuk perhatian finansial bagi kelangsungan hidup Klib-Klub yang ada di Kudus” kata mereka tegas.

PRSI yang dipimpin oleh dr. Maryata mereka nilai kurang meperhatikan kelangsungan hidup klub-klub yang ada di Kudus serta Atlet-atlet renangnya, “Kami mengharap adalah sedikitlah perhatian pada Klub-klub yang ada di Kudus, termasuk penyelenggaraan Muskab PRSI Kudus pun belum mereka laksanakan padahal itu ada dan tercantum pada AD ART organisasi, secara periodeisasi mereka sudah melebihi masa periodeisasi kepemimpinaan”, kata mereka saat itu.

Bukan hanya itu, menurut Suparmin, seluruh Komisi Teknis juga menilai jika banyak program kerja yang tidak jalan karena tidak didukung penuh oleh pendanaan. Dalam masa kepengurusan Dr. Maryata selama ini, tiap cabor telah menyampaikan program kerja masing-masing, namun para cabang ini ujung-ujungnya tetap mengeluhkan akan kekuarangan dana dan setidakpastian waktu turunnya dana bantuan dari PRSI.

Sementara itu di temui di tempat terpisah (18/4), dr Maryata menjelaskan, “salah kalau mereka meenganggap saya ini ketua Pengda PRSI Kudus,  Karena pada Muskab yang pertama dulu yang terpilih sebagai ketu adalah dr. Artanto, sedangkan saya adalah semacam salah satu wakil ketua yang membidangi Organisasi dari banyak wakil ketua, nah setelah dr. Artanto tidak lagi tinggal di Kudus, karena satu dan lain hal, maka ketua sendiri adalah di pegang oleh para wakil termasuk saya, jadi sebenarnya saya hanya wakil ketua, mungkin karena mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap saya sehingga saya diperankan seolah sayalah ketua PRSI,”. Jelas pak dokter yang juga Kepala Dinas kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus ini.

“Saya sangat setuju kalau secepatnya di adakan Muskab PRSI Kudus, saya bisa mengerti mengingat kesibukan saya yang sangat padat sehingga konsentrasi saya kepada PRSI jadi minim, dan proses reorganisasi segera berlangsung dengn cepat, yang sebenrnya saya menjadi pengurus PRSI adalah karena anak saya yang kebetulan saat itu adalah salah satu atlet renang Kudus, dan waktu itu saya lihat organisasi induk cabang olah raga renang di Kudus ini belum ada, sehingga saya oleh para pelatih itu dan para pemerhati renang di Kudus di dapuk untuk menjadi salah satu pengurus Cabor Renang di Kudus, karena dulu rapat-rapat dan diskusi untuk kemajuan olah raga renang di Kudus sering dilakukan di rumah saya”, katnya menambahkan. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :