dr Rano Indradi Sudra, M.Kes : Aturan PMK Nomor 24 2022, Fasyankes Bakal Diwajibkan Pakai Rekam Medis Elektronik

oleh -416 kali dibaca
dr Rano Indradi Sudra, M.Kes, saat menjadi Narasumber di acara Rembug Bareng Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik berbasis PMK 24/2022, di Aula Kampus B, Politeknik Rukun Abdi Luhur (Poltekun), Selasa (29/11/2022). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) bakal di wajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik.

Hal itu semenjak diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis pada Agustus 2022.

Demikian dijelaskan dr Rano Indradi Sudra, M.Kes, kepada isknews.com usai menjadi Narasumber di acara Rembug Bareng Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik berbasis PMK 24/2022, di Aula Kampus B, Politeknik Rukun Abdi Luhur (Poltekun), Selasa (29/11/2022).

PMK dimaksud merupakan kerangka regulasi pendukung dari implementasi transformasi teknologi kesehatan yang menjadi bagian dari pilar ke-6 Transformasi Kesehatan.

Kebijakan ini hadir sebagai pembaharuan dari aturan sebelumnya yaitu PMK nomor 269 tahun 2008 yang dimutakhirkan menyesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pelayanan, kebijakan dan hukum di masyarakat

Proses transisi, oleh Pemerintah dilakukan paling lambat 31 Desember 2023. Menurut dr Rano, waktu tersebut terlalu singkat untuk sosialisasikan berbagai macam peraturan perundang-undangan terkait rekam medis elektronik terbaru itu.

dr Rano menyebut, Sebelum Berbasis elektronik, rekam medis sebelumnya menggunakan kertas.

“Prinsip dasarnya sama ya, RME kertas maupun eklektronik, namun kelebihannya yang Elektronik mengintegrasikan data kesehatan individu antar fasyankes dalam bentuk Rekam Medis Elektronik guna mendukung interoperabilitas data kesehatan melalui standarisasi dan digitalisasi.

Namun, hal itu bisa dilakukan dengan catatan semuanya seijin pasien, karena Pasien itu pemilik isi rekam itu, pasien yang pegang kuncinya sekarang,” tegasnya.

Sementara  itu, Direktur Politeknik Rukun Abdi Luhur, Lakhmudien SKM MKes  mengatakan, kegiatan Rembug Bareng Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik berbasis PMK 24/2022

kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus persamaan persepsi, yang nantinya berkolaborasi untuk menjadi Mitra antara akademisi dan praktisi di lapangan.

“Tentunya kegiatan ini akan kita selenggarakan terus sampai nanti di Pantura Timur ini siap untuk melaksanakan peraturan Kemenkes terkait dengan RME elektronik,” terangnya.

Lakhmudien menyebut, Dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 yang mewajibkan semua Fasyankes harus menerapkan RMB, tentunya jurusan D3 rekam medis itu sangat dibutuhkan.

Oleh sebab itu, semua Fasyankes diwajibkan mengelola rekam medisnya harus alumni D3, Karena sekarang masih banyak lulusan SMA, itu harus ada perubahan kepegawaian transformasi dari teman-teman SMA ke D3 rekam medis.

“Jadi, D3 rekam medis di Politeknik Rukun Abdi Luhur ini memang lulusannya dipersiapkan unggul berkompeten di bidang rekam medis elektronik kedepannya,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :