Dr. Subarkah, “Tidak Salah Berdirinya Sebuah Kerajaan Jika Ditinjau Menurut Aspek Sosiologis”

oleh -198 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ditinjau Dari Aspek Yuridis – Sosiologis, menurut Dr. Subarkah, S.H., M.Hum, tidak salah berdirinya sebuah kerajaan jika di tinjau menurut aspek sosiologis, karena itu termasuk gejala sosial dalam masyarakat, mereka yang masih mengingat sejarah masa lalu mungkin tidak mau melupakan sejarah masa lalu sehingga mereka masih ingin mengenang sejarah sebelum Indonesia merdeka dengan cara mereka sendiri yakni mendirikan kerajaan(2/3).

Mereka lupa bahwa Indonesia sudah merdeka dan semua kerajaan pastinya sudah berakhir, tapi mungkin mereka tidak mau melupakan sejarah, sehingga berdirilah kerajaan fiktif yang baru viral akhir – akhir ini. Sedangkan ditinjau dari aspek yuridis (hukum), AKP Rismanto SH.,MH. Yang sekarang menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kudus, menyampaikan bahwa itu adalah modus penipuan model baru, melalui kerajaan yang didirikan, untuk melakukan tipu daya masyarakat mereka menipu dengan cara halus yaitu dengan melalui kerajaan yang mereka dirikan, bahkan untuk menjadi anggota kerajaan saja sampai harus bayar jutaan untuk bergabung dalam anggota kerajaan, apalagi ada iming – iming untuk mendapatkan jabatan lebih dalam kerajaan, dan itu pun harus bayar 3 juta rupiah, dalam pandangan hukum ini diancam dengan tentang pasal 14 undang-undang nomor 1 tahun 1946 dan pasal 378 tentang penipuan, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Lalu kemana saja perhatian pemerintah saat ini, kenapa baru muncul disaat kasus kerajaan ini sudah viral, menurut pakar hukum Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H, perhatian pemerintah itu sudah ada namun belum maksimal, masyarakat itu sebenarnya boleh menyampaikan, menyalurkan pendapatnya untuk mengenang sejarah dengan cara mereka sendiri, namun jangan sampai melakukan hal yang melanggar hukum yang berlaku di Indonesia dan tidak merugikan orang lain.(FA/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :