Dramatis! Oei Louisa Jungkalkan Sarah Rambitan, Menang 25-23 di Gim Penentuan Polytron Indonesia Masters 2026

oleh -244 Dilihat
Pebulu tangkis tunggal putri Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pebulu tangkis tunggal putri Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto memastikan tiket ke babak utama Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah melewati pertarungan dramatis melawan Sarah Daisy Theresia Chritina Rambitan pada babak kualifikasi, Selasa (20/10/2026).

Bertanding di GOR Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Oei Louisa harus berjuang selama tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 22-20, 22-24, dan 25-23. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua pemain saling mengejar angka hingga melewati skor kritis di setiap gim.

Oei Louisa mengaku baru pertama kali berhadapan dengan Sarah Rambitan. Kondisi tersebut membuatnya perlu membaca pola permainan lawan sejak awal pertandingan.

“Tadi baru pertama kali melawan Sarah, jadi masih meraba-raba juga mainnya akan bagaimana. Dari gim pertama mainnya ramai terus dan selalu terjadi setting poin,” ujarnya.

Pada gim kedua, Oei Louisa sebenarnya sudah berada di atas angin setelah unggul 20-17. Namun, Sarah mampu mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan hingga merebut gim tersebut dengan skor 24-22.

Situasi berbalik pada gim penentuan. Oei Louisa sempat tertinggal 18-20 sebelum akhirnya mampu bangkit dan mengamankan kemenangan 25-23. Dalam kondisi tertekan, ia memilih bermain lebih sabar dan menjaga konsistensi permainan.

“Di posisi itu pikirannya mau main tahan terus pokoknya,” katanya.

Menurut Oei Louisa, Sarah memiliki keunggulan dalam permainan menyerang. Ia mengakui sempat terpancing mengikuti tempo permainan lawan sehingga beberapa kali kehilangan kendali dalam menentukan pola permainan.

“Lawan memiliki keunggulan bermain menyerang. Kadang saya terpancing untuk ikut pola main lawan untuk kencang terus, lupa nge-rem dan lupa angkat bola,” ungkapnya.

Keberhasilan melewati babak kualifikasi menjadi pencapaian tersendiri bagi Oei Louisa. Pasalnya, Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 merupakan turnamen berlevel BWF World Tour Super 100 pertama yang diikutinya.

“Bersyukur bisa masuk ke babak utama. Ini merupakan pertandingan Super 100 pertama saya. Pastinya saya mau kasih yang terbaik,” ujarnya.

Perjuangan Oei Louisa pada hari itu juga tidak ringan. Sebelum menghadapi Sarah, ia telah menjalani pertandingan melawan Wening Arviani Sabrina yang juga harus diselesaikan melalui tiga gim. Bahkan, gim penentuan pertandingan tersebut berakhir dengan skor 25-23.

Dua pertandingan tiga gim dalam sehari membuat kondisi fisiknya cukup terkuras. Karena itu, ia berencana memaksimalkan pemulihan kondisi sebelum menghadapi persaingan di babak utama.

“Untuk stamina lumayan terkuras dan setelah ini recovery-nya harus bagus,” katanya.

Oei Louisa juga mengungkapkan pengalaman menjalani program magang di Pelatnas PBSI memberikan dampak positif terhadap perkembangan permainannya. Ia merasakan peningkatan dari sisi fisik sehingga mampu bertahan lebih lama dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, dukungan program latihan dan fasilitas di Pelatnas turut membantu meningkatkan kualitas permainan. Ia pun berharap bisa mendapatkan surat keputusan (SK) untuk bergabung sebagai atlet Pelatnas PBSI.

Berdasarkan data statistik pertandingan yang dirilis Badminton World Federation (BWF), Oei Louisa juga mencatat kemenangan atas Wening Arviani Sabrina pada babak kualifikasi. Dalam pertandingan tersebut, Oei Louisa menang dengan skor 19-21, 21-16, dan 25-23.

Kedua pemain sama-sama mencatatkan 125 total poin yang dimainkan. Namun, Oei Louisa unggul dalam perolehan poin keseluruhan, yakni 65 poin berbanding 60 poin milik Wening. Hasil tersebut menggambarkan ketatnya perjuangan Oei Louisa sebelum memastikan langkah ke babak utama Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.