Dropping Vaksin Terlambat, Kudus Belum Bisa Lakukan Vaksinasi untuk Remaja

oleh -663 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi. Hal ini juga dilakukan seluruh penjuru Indonesia. Proses vaksinasi yang terus menerus dilakukan, membuat ketersediaan stok vaksin mengalami kelangkaan.

Warga Kudus tengah melakukan vaksinasi

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, terjadinya kelangkaan vaksin saat ini dikarenakan ada keterlambatan pengiriman vaksin dari pusat.

“Keterlambatan vaksin ya mungkin dari faktor sana, dari pusat,” kata Hartopo usai lakukan video conference bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Command Center Diskominfo Kudus, Senin (5/7/2021).

Saat ditanya mengenai vaksinasi bagi remaja yang berusia 12-18 tahun, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara pasti. Sebab untuk saat ini, kata Hartopo, pihaknya memfokuskan vaksin yang masih tersisa untuk digunakan sebagai suntikan vaksin dosis kedua.

Sementara itu, sembari menunggu datangnya vaksin yang diminta, lanjut, Hartopo, pihaknya akan memberhentikan penyuntikan dosis pertama untuk sementara waktu.

“Vaksinasi untuk anak (remaja) belum. Sementara ini kita membahas bagaimana kuota dropping vaksin nanti. Ini yang masih berjalan, (vaksinasi) dosis kedua. Untuk dosis pertama kita belum bisa ikut memulai dulu,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengungkapkan, bahwa stok vaksin saat ini sudah habis untuk penyuntikan dosis pertama.

Lanjut Badai, jika saat ini masih ada stok vaksin di fasilitas kesehatan maupun di rumah sakit Kudus, itu untuk jatah vaksin dosis kedua. Namun, jika dikatakan ini sebagai keterlambatan distribusi vaksin bagi Kudus, pihaknya tidak setuju.

“Bahasanya itu tidak keterlambatan, soalnya daerah lain juga sama seperti Kudus,” katanya.

Dengan keadaan yang ada, pihaknya pun mengajukan tambahan vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendapatkan jatah vaksin.

“Kami mengajukan tambahan 70 ribu dosis. Ya cuma nantinya akan diberikan secara bertahap,” ungkapnya.

Setelah melakukan vidcon yang juga diikuti Bupati Kudus, Badai mendapat informasi jika Minggu depan akan ada dropping vaksin sebanyak 18 ribu dosis. Jika dihitung sesuai target perhitungan nasional, dalam sehari Kudus akan mendapat alokasi vaksin sebanyak 3.600 dosis.

“Jadi yang 18 ribu dosis itu akan kita selesaikan dalam waktu tiga hari. Nanti secara berkala akan turun,” katanya.

Disinggung mengenai vaksinasi remaja, pihaknya belum menghitung berapa banyak sasaran yang akan memperoleh suntikan vaksin ini.

“Untuk Kudus sendiri kalau ditambah bagi usia 12-18!tahun akan bertambah lagi kebutuhannya. Tapi ini sedang kami perhitungkan,” terangnya.

Untuk diketahui, capaian vaksinasi di Kabupaten Kudus sendiri sudah di angka 125.147 sasaran di dosis pertama. Dari total sasaran 664.666. Di mana terbagi atas Nakes, Pelayanan Publik, Lansia, Masyarakat Rentan, dan Masyarakat Umum.

Sedangkan untuk dosis kedua baru mencapai angka 35.595 sasaran. Dengan rincian Nakes 6.647, Pelayanan Publik 19.390, Lansia 8.991, Masyarakat Rentan 96, dan Masyarakat Umum 471 orang.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :