Dua Bulan Beruntun Kudus Alami Deflasi

oleh -867 kali dibaca

Kudus, ISKNEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencatat Kota Kretek kembali mengalami deflasi Agustus 2017. Hal ini berarti selama dua bulan beruntun Kudus mengalami deflasi stelah pada Juli 2017 juga mengalami deflasi.

Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu menjelaskan, Agustus 2017 Kudus mengalami deflasi 0,16 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 135,60. Sedangkan pada Juli 2017 mengalami deflasi sebesar 0,33 persen dengan IHK 136,05.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa pengeluaran. Di antaranya kelompok bahan makanan 3,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,21 persen.

Kelompok terbesar penyumbang terjadinya deflasi adalah bawang merah, bawang putih, cabai rawit, kangkung dan telur ayam ras. ”Bahan makanan memang menjadi penyebab utama deflasi, karena penurunan harga usai lebaran yang masih berpengaruh hingga Agustus 2017,” katanya.
Dia menambahkan, untuk kelompo pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks di antaranya kelompok sandang 0,22 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa 0,56 persen.

Deflasi terjadi di seluruh kota survei biaya hidup (SBH), dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta sebesar 1,02 persen dengan IHK 124,72. Diikuti Purwokerto sebesar 0,54 persen dengan IHK 126,78. Kota Semarang menyusul di posisi ketiga sebesar 0,48 persen dengan IHK 127,63, kemudian Kota Tegal sebesar 0,3 persen dengan IHK 126,04.

Kota Cilacap mengalami deflasi sebesar 0,23 persen dengan IHK 131,79 dan terkahir Kudus yang mengalami deflasi terendah di Jateng sebesar 0,16 persen denga IHK 135,60. Sementara Nasional dan Provinsi mengalami inflasi. Nasional inflasi 0,07 persen dengan IHK 129,91 dan Jateng inflasi 0,51 persen dengan IHK 127,87. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :