Dukung Kesehatan Lingkungan, PT Djarum Bangun 1.500 Sanitasi dan Sambungan Air di 2025

oleh -188 Dilihat
Ketua TP PKK Kudus Endhah Endayani Sam'ani Intakoris, saat melakukan penuangan cor pembangunan Sanitasi Aman bagi warga Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – PT Djarum kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Program Sanitasi Terpadu Djarum. Pada tahun 2025, program ini menargetkan pembangunan 1.500 unit sanitasi individu dan penyediaan akses air minum aman bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Kudus.

Setelah sukses membangun 564 unit sanitasi individu aman dan 11 sambungan rumah PDAM di enam desa sepanjang 2024, tahun ini PT Djarum melanjutkan tahap awal pembangunan 1.070 unit di enam desa, yakni Gribig, Klumpit, Mejobo, Kesambi, Tanjungrejo, dan Klaling.

Selanjutnya, 500 unit akan dibangun pada tahap kedua. Dengan demikian, hingga akhir 2025, PT Djarum menargetkan telah membangun lebih dari 2.000 unit sanitasi dan akses air minum aman untuk masyarakat.

Program tahun ini diawali melalui kegiatan Kick-off Pembangunan Sanitasi Aman Kudus yang digelar pada Kamis (24/7/2025) di Aula Kantor Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.

Acara pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti, mewakili Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, ST, MT, bersama General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto.

Turut hadir sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, PDAM Tirta Muria, Ketua TP PKK Kudus Endhah Sam’ani, Camat, kepala desa, hingga pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Perwakilan dari Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah juga turut menyaksikan acara tersebut.

Sekda Kudus, Revlisianto Subekti mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PT Djarum dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Kudus. Ia menekankan bahwa sanitasi aman dan air minum layak merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

“Kami optimistis, manfaat dari Program Sanitasi Terpadu Djarum ini akan segera dirasakan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu,” ujar Bupati.

Data dari Sistem Informasi Manajemen Sanitasi (Simanis Cika) Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, pada 2024, akses sanitasi aman di Kudus baru mencapai 3,53 persen, dan akses air minum aman 24,40 persen. Hal ini diperkuat oleh hasil kegiatan pemicuan oleh KSM, yang mendapati bahwa dari 18.971 keluarga di enam desa, baru 70,76 persen (13.424 keluarga) yang telah terdata—dan sebagian besar masih belum memiliki akses sanitasi dan air minum yang layak.

Sanitasi aman sendiri didefinisikan sebagai fasilitas sanitasi yang terdiri dari kloset leher angsa dan tangki septik kedap, dengan pengelolaan lumpur tinja yang dilakukan secara berkala agar mampu mengisolasi bakteri Escherichia coli penyebab penyakit.

Achmad Budiharto, General Manager Community Development PT Djarum, menyatakan bahwa Program Sanitasi Terpadu ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya membangun fisik, tapi juga menciptakan perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi tentang pola hidup sehat,” katanya.

Program ini mencakup tiga pilar utama: pembangunan perilaku hidup bersih, pembangunan fasilitas sanitasi aman, dan penyediaan akses air minum yang layak.

Selain Kudus, sejak 2023 PT Djarum juga telah mengimplementasikan program ini di Kabupaten Wonogiri dan Temanggung, dengan capaian 158 unit sanitasi aman dan 43 sambungan PDAM.

Dalam pelaksanaannya, PT Djarum menggandeng Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai motor penggerak di tingkat desa. KSM berperan aktif mulai dari pendataan, edukasi, penyusunan program kerja, hingga pengorganisasian pembangunan.

Program ini diharapkan mampu mencegah berbagai penyakit menular seperti diare—yang masih menjadi penyebab utama kematian bayi—dan turut menekan angka stunting akibat buruknya sanitasi dan kualitas air minum. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :