Kudus, isknews.com – Empat kecamatan di Kabupaten Kudus menjadi sasaran pentasyarufan zakat yang dilakukan LAZISNU Kudus dalam rangka memperingati 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU). Sebanyak 210 mustahik menerima manfaat zakat yang disalurkan secara langsung di wilayah Undaan, Kaliwungu, Mejobo, dan Gebog.
Penyaluran zakat tersebut sekaligus dirangkai dengan agenda pengukuhan UPZIS MWC NU dan UPZIS Ranting di masing-masing kecamatan. Rinciannya, Undaan sebanyak 95 mustahik, Kaliwungu 70 mustahik, Mejobo 40 mustahik, dan Gebog 5 mustahik.
Direktur LAZISNU Kudus, Nawawi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran zakat, tetapi juga menjadi penguatan peran UPZIS yang baru dikukuhkan agar aktif dalam menghimpun sekaligus mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah secara berkelanjutan.
Menurutnya, penghimpunan dan pentasyarufan zakat harus berjalan beriringan. Dana zakat yang telah ditunaikan oleh para muzaki tidak boleh berhenti di tahap penghimpunan, melainkan harus segera disalurkan sesuai ketentuan syariat kepada para mustahik.
“Ini adalah amanat LAZISNU bahwa dana zakat dari para muzaki harus segera ditasyarufkan. Kegiatan ini juga menjadi contoh bagi UPZIS yang baru dikukuhkan agar tidak hanya fokus menghimpun, tetapi juga memperhatikan pendistribusiannya,” ujar Nawawi.
Para penerima zakat berasal dari berbagai kategori asnaf, di antaranya fakir, miskin, fisabilillah, termasuk para guru ngaji. Penyaluran ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam momentum satu abad NU.
Salah satu penerima zakat, Parto, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mendoakan agar LAZISNU Kudus semakin berkembang dan para muzaki yang telah berzakat mendapatkan keberkahan.
“Terima kasih atas bantuan dari LAZISNU Kudus. Semoga LAZISNU semakin maju dan berkah. Semoga para muzaki juga diberi keberkahan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, LAZISNU Kudus juga mengingatkan seluruh UPZIS agar tertib dalam administrasi kelembagaan, melengkapi legalitas, serta menjalankan tugas sesuai SOP demi terwujudnya pengelolaan zakat yang profesional.
Pentasyarufan ini menjadi program awal LAZISNU Kudus di tahun ini, yang selanjutnya akan diikuti berbagai program lain dengan cakupan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (AS/YM)







