Siswa SMK Muhammadiyah Kudus Sabet Medali Emas dan Perak LKS 2021 Jateng

oleh -1.053 kali dibaca
Para peraih medali emas dan perak dari SMK Muhammadiyah Kudus yang mengikuti ajang LKS SMK 2021 Tingkat Provinsi Jateng berfoto bersama (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Hari jadi atau milad ke 28 SMK Muhammadiyah Kudus peroleh kado istimiewa yang dipersembahkan oleh dua kelompok siswanya. Pasalnya mereka berhasil menyabet medali emas dan perak diajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2021 tingkat provinsi Jawa Tengah.

Empat siswa SMK Muhammadiyah Kudus tersebut berhasil menyabet medali emas dikategori Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan) dan perak pada category Cyber Security pada Kompetisi yang dihelat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada 22 – 25 Maret 2021.

Muhammad Wahid Saputo kelas XI, dan Muhammad Abdul Wahab kelas XII, dengan guru pembimbing Yudhis Astera berhasil menyabet medali emas untuk Artificial intelegence, sedangkan satu kelompok lagi yang terdiri dari Muhammad Usman Najid kelas XI dan Muhammad Ikhsan Aditya XII mampu menyabet medali silver dikategori Teknologi Keamanan Siber (Cyber Security).

Siswa SMK Muhammadiyah Kudus tengah mengoperasikan pemrograman sistem yang dibuatnya (Foto: YM)

Persembahan medali oleh dua kelompok ini juga sekaligus sebagai kado istimewa, bertepatan dengan Hari Jadi atau Milad ke 28 SMK Muhammadiyah Kudus.

Kepala SMK Muhammadiyah Kudus Purwanta Agung Sulistyo mengatakan, dari lima siswa yang dikirim untuk tiga katergori lomba, empat siswa berhasil memboyong medali dari dua kategori yang berbeda itu. Sementara untuk kategori elektronika belum mendapatkan medali.

“Tentunya sangat membanggakan, dari tiga tim dua tim berhasil meraih juara. Hampir tiga bulan kami menyiapkan siswa untuk dilakukan pembimbingan materi, praktik hingga sarana prasarana yang memenuhi agar saat mengikuti lomba secara daring itu tidak ada kendala,” katanya Jum’at (26/03/2021).

Sementara Muhammad Abdul Wahab salah seorang anggota tim peraih medali emas, menceritakan, sekilas tentang lomba kecerdasan buatan yang diikutinya.

Menurutnya ada 12 database yang diberikan para juri untuk dipecahkan menjadi sebuah sistem kecerdasan buatan dengan menggunakan google collab dan bahasa pemrograman phyton.

“Salah satunya database tentang penjualan mobil. Kemudian diimport agar menjadi sistem yang bisa untuk mempermudah pembaca data. Waktu itu kami buat penampilan data, melihat data lima teratas hingga membuat grafik penjualan,” jelasnya.

Sedangkan Muhammad Ikhsan Aditya salah seorang anggota tim peraih medali silver, mengatakan, Cyber Security yakni praktik untuk mempertahankan suatu komputer, sistem operasi, jaringan, atatupun data dari serangan jahat dari luar.

“Waktu itu kami diberi website dan data kemudian diminta untuk mencari file jahat atau flag yang mencurigakan. Bisa seperti phising, spam, virus atau yang lain, dan kami mencarinya dan memperlihatkan menggunakan bahasa pemrograman C,” pungkasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

oleh