KUDUS, ISKNEWS.COM – Enam atlet muda Wushu Kabupaten Kudus tengah bersiap menghadapi tantangan besar. Dari arena latihan di GOR Djarum hingga Sasana Bangau Putih, para atlet yang sebagian besar masih berstatus pelajar itu ditempa untuk berani naik kelas dan bersaing dengan atlet-atlet senior terbaik Jawa Tengah.
Mereka diproyeksikan menjadi kekuatan Wushu Kudus pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 31 Oktober mendatang.
Dengan mayoritas atlet masih berada dalam masa transisi dari kelompok junior menuju senior, tim Wushu Kudus membawa semangat sekaligus tantangan tersendiri. Pengalaman bertanding di level tinggi belum banyak dimiliki seluruh atlet, tetapi waktu persiapan terus dimanfaatkan untuk mengejar kesiapan maksimal.
Ketua Sasana Bangau Putih sekaligus Pembina Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Kudus dan pelatih, Harjana Wijaya atau Tjia Ing Bie, mengatakan enam atlet yang dipersiapkan terdiri atas lima atlet nomor Taolu dan satu atlet nomor Sanda.
Komposisi tim tersebut terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Dari tiga atlet putra, dua di antaranya akan turun di nomor Taolu dan satu atlet lainnya bertanding pada nomor Sanda.
“Lima atlet Taolu dan satu Sanda. Tiga atlet putra, dua Taolu dan satu Sanda, kemudian tiga atlet putri,” ujar Harjana, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Harjana, mayoritas atlet yang dipersiapkan masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Hanya satu atlet yang telah berstatus mahasiswa.
Kondisi itu membuat proses menuju Porprov menjadi tantangan tersendiri. Para atlet tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan olahraga, tetapi juga harus membagi waktu dengan kegiatan pendidikan.
Di sisi lain, usia muda menjadi peluang bagi pembinaan Wushu Kudus untuk membangun generasi atlet baru.
“Persaingan memang berat karena atlet kita merupakan pembinaan baru, transisi dari junior ke senior,” katanya.
Untuk mengejar kesiapan, enam atlet tersebut menjalani program latihan intensif sedikitnya empat kali dalam sepekan.
Latihan teknik dilaksanakan setiap Senin, Rabu dan Kamis. Sementara pada Jumat, para atlet menjalani program penguatan fisik. Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua hingga tiga jam di GOR Djarum maupun Sasana Bangau Putih.
Memasuki masa persiapan akhir, perhatian pelatih kini diarahkan pada peningkatan fisik dan penyempurnaan teknik.
Salah satu aspek penting yang terus diasah adalah faktor kesukaran atau Nandu, khususnya bagi atlet nomor Taolu.
Harjana menjelaskan, Nandu meliputi sejumlah gerakan dengan tingkat kesulitan tinggi, seperti lompatan tinggi, salto tanpa tangan hingga pendaratan split.
“Nandu mencakup teknik lompatan tinggi, salto tanpa tangan, dan pendaratan split,” jelasnya.
Gerakan-gerakan tersebut dapat menjadi penentu nilai seorang atlet. Nandu, kata Harjana, mampu memberikan kontribusi nilai yang cukup besar, tetapi kesalahan sekecil apa pun juga bisa berdampak pada pengurangan nilai.
“Nandu berkontribusi sekitar dua poin. Kalau gagal dieksekusi atau tidak bersih, atlet bisa terkena pengurangan nilai, mulai 0,1 sampai 0,5,” ungkapnya.
Karena itu, persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik. Mental dan keberanian atlet juga terus dibangun agar mereka mampu mengeksekusi gerakan-gerakan sulit ketika tampil di arena pertandingan.
Para atlet Kudus nantinya akan menghadapi kontingen dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang memiliki tradisi pembinaan Wushu cukup kuat.
Hingga saat ini, kesiapan tim secara keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen.
Sisa waktu menuju Porprov akan digunakan untuk mematangkan teknik, meningkatkan kondisi fisik, serta membangun mental bertanding para atlet.
Pengkab Wushu Kudus sendiri memilih memasang target realistis pada Porprov Jateng 2026, yakni membawa pulang minimal satu medali perunggu.
Peluang medali dinilai terbuka dari nomor Jianshu putra atau pedang serta Nanshu putri.
Debut Nishya di Porprov
Salah satu wajah baru yang akan memperkuat Wushu Kudus adalah Nishya Kellinia Alegra.
Porprov Jateng 2026 menjadi pengalaman pertama bagi Nishya untuk tampil pada ajang olahraga multicabang tingkat provinsi tersebut.
Nishya akan bertanding di kategori Taolu nomor senjata, yakni Daoshu dan Gunshu.
“Saya baru pertama kali ikut Porprov. Di Porprov nanti turun di kategori Taolu nomor senjata, yaitu Daoshu sama Gunshu,” ujar Nishya.
Untuk menghadapi debutnya, Nishya menjalani latihan empat kali dalam sepekan. Namun, ia mengaku persiapannya masih terus dikejar.
Saat ini, Nishya menilai tingkat kesiapan dirinya berada di kisaran 60 persen.
Salah satu pekerjaan rumah terbesarnya adalah meningkatkan penguasaan Nandu atau faktor kesukaran.
Meski baru pertama kali tampil di Porprov, Nishya bukan tanpa pengalaman kompetisi. Ia sebelumnya telah mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), baik di tingkat Kabupaten Kudus maupun tingkat provinsi.
Pada Popda Kabupaten Kudus, Nishya bahkan berhasil meraih dua gelar juara pertama dari kategori Tangan Kosong Changquan dan Tradisional.
Namun, menghadapi Porprov dengan level persaingan yang lebih tinggi, Nishya memilih tidak memasang target berlebihan.
“Kalau Porprov ini kan agak susah ya. Mungkin, ya, perunggu,” ujarnya.
Gavrila Kembali Tampil untuk Kedua Kalinya
Sementara itu, Gavrila Widhi Aurelia akan kembali merasakan atmosfer Porprov untuk kedua kalinya.
Atlet berusia 17 tahun tersebut akan turun di tiga nomor sekaligus, yakni Nanjian, Nandao dan Nanquan.
Pengalaman Porprov 2026 bukan menjadi yang pertama bagi Gavrila. Ia sebelumnya telah tampil pada Porprov 2023 ketika masih duduk di bangku SMP.
“Ini yang kedua kali,” kata Gavrila.
Berbekal pengalaman sebelumnya, persiapannya kali ini dilakukan lebih serius.
Program latihan dijalani dengan intensitas lebih tinggi, termasuk latihan beban untuk meningkatkan kekuatan dan daya ledak tubuh.
Meski demikian, Gavrila menilai kesiapan dirinya saat ini masih berada di kisaran 70 persen.
Nandu kembali menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperbaiki sebelum turun di arena pertandingan.
“Tapi sejauh ini untuk jurus dan lain-lain kita sudah selesai, tapi kita mungkin mau lebih extend jadi kita lebih maksimal gitu,” tuturnya.
Di tengah persiapan menuju Porprov, enam atlet muda Wushu Kudus juga harus menghadapi tantangan lain, yakni membagi waktu antara pendidikan dan latihan.
Sebagian besar dari mereka masih berstatus pelajar. Kegiatan sekolah harus tetap dijalankan sebelum kemudian melanjutkan agenda latihan.
Namun, konsistensi menjadi kunci yang terus dijaga.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sebelum Porprov Jateng 2026 digelar, teknik, faktor kesukaran, kekuatan fisik dan mental bertanding masih akan terus diasah.
Enam atlet muda itu kini membawa satu misi yang sama: berani menghadapi persaingan, menunjukkan hasil pembinaan, dan berusaha membawa pulang medali untuk Kabupaten Kudus (YM/YM)








