Farida Bangga Wakili Kudus di Peransaka Nasional Kendari Hingga Jambore Pemuda di Bangka Belitung

oleh -1.194 kali dibaca
Foto : Dokumentasi sebelum pandemi covid-19.

Kudus, isknews.com – Prestasi membanggakan diraih Farida beberapa tahun terakhir sebelum pandemi covid-19. Warga Hadipolo RT 3 RW 5 Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus itu mengaku pernah mewakili Kudus hingga tingkat nasional. Pengalaman diminta untuk memakai Pakaian Adat Kudus dan ditunjuk dua kali sebagai Maskot Jawa Tengah menjadi kebanggan tersendiri bagi gadis 23 tahun bernama lengkap Farida Akhmad Sulistiani Hidayatullah.

Alumni SMA 2 Bae Kudus itu menceritakan, Berawal dari bangku SMA mengikuti satuan karya pramuka (Saka) Pariwisata di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, lalu tahun 2015 (waktu itu Ia ditunjuk mewakili Jateng pada Peransaka Nasional di Kendari Sulawesi Tenggara.

“Dewan Kerja Daerah (DKD) Kwarda Jawa Tengah melakukan briefing peserta dan pembagian tugas melalui online sebelum seluruh Kontingen Jateng yang berjumlah 42 orang berkumpul di Semarang untuk Training Center sebelum berangkat ke Kendari, ketika itu saya diberi tanggungjawab untuk menjadi Maskot Jawa Tengah dan diikutkan lomba Peragaan Busana Daerah. Pada kesempatan itu, saya membawa 1 set Pakaian Adat Kudus,” cerita Farida kepada isknews.com, Minggu (12/7/2021).

Sesampainya di Kendari, lanjut Farida, saat bersama perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti upacara Pembukaan, Ia diamanati menjadi Maskot Jawa Tengah dengan menggunakan kostum Pakaian Adat Kudus bersama dengan teman laki-laki yang berasal dari Kabupaten Kebumen.

“Upacara selesai, banyak sekali orang yang minta foto bersama dengan saya, mereka takjub dengan keunikan caping kalo yang saya gunakan dan bentuk pakaian adat yang saya pakai,” ucapnya senang dan terharu.

Masih di Kendari di hari berikutnya, Farida dengan memakain adat Kudus mengikuti perlombaan peragaan busana daerah, “Benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan juara 2 dengan lawan peserta seluruh Indonesia. Saya bangga bisa menang dengan memakai Pakaian Adat Kudus yang sangat luar biasa ini,” ujar Farida bangga.

Di tahun 2017, ketika sudah menjadi mahasiswa aktif organisasi kampus, Ia mencoba untuk ikut lomba Pemilihan Duta Genre Kudus yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB). “Alhamdulillah, saat ikut pemilihan duta genre 2017 saya bisa mendapatkan juara 2,” kata Farida.

Masih di tahun 2017, selain ikut duta genre, Fahrida juga tertarik mengikuti seleksi Jambore Pemuda Indonesia (JPI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, “Waktu itu saya lolos dan dikirim ke Disporapar Jawa Tengah, namun saya tidak lolos untuk ke tingkat Nasional,” terang Fahrida.

Tidak pantang menyerah,  tahun 2018 jadi tahun kedua mengikuti seleksi di ajang yang sama (JPI), akhirnya dinyatakan lolos seleksi Provinsi, yang artinya Ia bisa maju ke tingkat Nasional sebagai Kontingen Jawa Tengah dengan 13 orang peserta yang lain.

Kegiatan JPI tahun 2019 berlangsung di Bangka Belitung. Lagi dan lagi, saat kegiatan festival budaya yang dilaksanakan di pusat Kota Bangka Selatan, ketika pembagian tugas. Farida ditunjuk sebagai Maskot Jawa Tengah dan diminta untuk memakai Pakaian Adat Kudus,

“Saya jadi maskot Jateng lagi, (waktu itu dipasangkan dengan teman laki-laki perwakilan dari Kabupaten Batang), dan berkesempatan langsung untuk menyerahkan cinderamata Jawa Tengah kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Usai acara, banyak masyarakat dan peserta lain yang mengajak saya berfota bersama, mereka kagum dengan uniknya Pakaian Adat Kudus yang saya gunakan. Dan yang pasti saya bersyukur karena semakin menambah banyak teman dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pembangunan Sumber Daya Pemuda Disdikpora Kudus, Agus Subandi sangat mengapresiasi apa yang telah dicapai Farida yang terus menyala. Sebab, di jaman sekarang, pemuda harus menjadi pelopor dalam hal kebaikan dan kemanusiaan.

“Pemuda wajib menjadi garda terdepan dan mempelopori suatu hal yang positif sebab pemuda merupakan harapan bangsa, oleh karenanya tidak boleh tergelincir ke hal yang sifatnya negatif,” ungkapnya kepada isknews,com Senin, (12/7/2021). (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :