Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah Hadirkan Sajian Sehat dan Peluang Ekonomi Keluarga

oleh -441 Dilihat
Sajian makanan pendamping ASI (MPASI) sehat berbahan lokal memenuhi MI Muhammadiyah 2 Kudus dalam Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com  – Sajian makanan pendamping ASI (MPASI) sehat berbahan lokal memenuhi MI Muhammadiyah 2 Kudus dalam Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah, Ahad (17/5/2026). Tak hanya menjadi ajang edukasi gizi anak, kegiatan tersebut juga membuka peluang ekonomi keluarga melalui kreasi olahan pangan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Festival yang digelar Majelis Hukum dan HAM bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus itu merupakan bagian dari peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109. Peserta berasal dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Kudus.

Dalam lomba tersebut, peserta diwajibkan membuat MPASI berbahan utama ikan gabus dengan sumber karbohidrat nonberas. Selain memperhatikan kandungan gizi, peserta juga ditantang menghadirkan plating menarik serta kemasan kreatif yang memiliki nilai jual.

Ketua panitia, Lilis dari Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PDA Kudus mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar lomba memasak, tetapi juga sarana edukasi bagi para ibu agar lebih memahami pentingnya MPASI sehat dan bergizi.

“Lomba Kreasi MPASI dan Plating Kreatif ini menjadi sarana menambah ilmu bagi para ibu agar mampu menyiapkan MPASI sehat dan bergizi sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi hebat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan kreativitas PCA se-Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Festival berlangsung meriah dengan suasana hangat dan penuh kreativitas. Deretan meja peserta dipenuhi aneka kreasi MPASI dengan tampilan warna-warni yang tertata rapi seperti mini food festival. Acara juga semakin hidup dengan panduan MC dari Majelis Hukum dan HAM, Anugrah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PDA Kabupaten Kudus beserta jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan anak, dan penguatan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal.

Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidang kesehatan, pangan, dan kreativitas, yakni Titik dari TP PKK Kabupaten Kudus, Eny Widhi dari Majelis Kesehatan PDA Kudus, serta Rodiyati dari Iswara.

Saat sesi penjurian, para juri mengamati tampilan hidangan, mencicipi sajian, sekaligus berdialog dengan peserta mengenai bahan, kandungan gizi, dan potensi usaha produk.

Titik dari TP PKK Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa karya peserta sangat baik sehingga dewan juri cukup kesulitan menentukan pemenang. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan edukasi mengenai pemberian MPASI sesuai usia anak.

Menurutnya, anak usia delapan bulan ke atas tidak dianjurkan terus-menerus diberi bubur encer karena perlu mulai belajar mengunyah untuk merangsang pertumbuhan gigi dan kemampuan makan.

Ia juga menekankan bahwa MPASI tidak perlu diberi tambahan gula maupun garam agar anak mengenal rasa alami bahan makanan. Penggunaan bahan lokal seperti ikan gabus dinilai baik karena kaya nutrisi dan mudah dijangkau masyarakat.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah presentasi peserta. Masing-masing kelompok diberi waktu satu menit untuk memperkenalkan produk MPASI mereka, mulai dari nama produk, kandungan gizi, cara penyajian, hingga nilai jual produk.

Berdasarkan hasil penjurian, PCA Gebog 2 berhasil meraih Juara I. Juara II diraih PCA Jati, sedangkan Juara III diraih PCA Gebog 1.

Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah menjadi ruang belajar bersama bagi para ibu sekaligus mempererat silaturahmi antar-PCA se-Kabupaten Kudus. Kegiatan ini juga menunjukkan peran kader ‘Aisyiyah dalam menghadirkan pangan sehat, mendukung tumbuh kembang anak, serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.