Festival Teater Pelajar Ke-11 Kembali Digelar, Dari 22 Peserta, Terpilih 8 Finalis SMP/SMA

oleh -78 Dilihat
Penampilan Teater Jangkar Bumi dari MA Qudsiyyah Kudus. (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Festival Teater Pelajar (FTP) yang diselenggarakan oleh Teater Djarum bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, serta didukung sepenuhnya oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali digelar untuk ke-11 kalinya.

 

Puncak acara yang merupakan agenda tahunan ini akan diselenggarakan 15-17 November 2018 mendatang di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah dengan menampilkan karya para seluruh peserta FTP yang berhasil masuk ke babak final.

 

FTP merupakan program rutin tahunan Teater Djarum dengan melibatkan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus yang berisi lomba karya seni teater antar komunitas teater yang ada di sekolah-sekolah menengah se-Kudus, baik tingkat SMP maupun SMA.

 

FTP Kabupaten Kudus akan memperebutkan gelar-gelar bergengsi, antara lain: Teater Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Terbaik, dan Pemeran Pembantu Terbaik. Dan untuk tahun ini ada penambahan gelar baru, yakni untuk Penata Set Panggung dan Lampu Terbaik, Penata Rias dan Busana Terbaik dan Penata Musik Terbaik.

 

Latihan dan bermain peran dalam dunia teater bagi para pelajar, merupakan kegiatan efektif dan positif guna membekali generasi muda bangsa yang lebih cerdas, penuh tanggung jawab dan setia kawan yang tinggi. “Mereka yang berteater tidak ada keharusan untuk kemudian menjadi orang-orang kesenian, menjadi aktor atau sutradara dan semacamnya. Akan tetapi bahwa pengalaman mereka berteater, akan membantu mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, bertanggungjawab dan melakukan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai pekerjaan dan profesinya masing-masing nantinya. Teater memiliki peran penting di dalam pembangunan mental, karakter dan potensi positif para pelajar meraih cita-citanya,” ungkap Oey Riwayat Slamet, Koordinator Teater Djarum.

 

 

Sementara Yogi Swara Manitis Aji yang didaulat menjadi salah satu juri pada babak penyisihan FTP XI mengatakan bahwa gairah para pelajar di Kudus dalam berteater terbukti sangat bagus. “Menyaksikan pertunjukan-pertunjukan mereka di babak penyisihan, saya memiliki harapan besar akan dunia teater yang semakin baik ke depan. Di sini teater pelajar tumbuh begitu subur, dan menawarkan konsep dan gagasan yang beragam,” jelas Yogi.

 

Teater Djarum sendiri mengamati selama sebelas tahun penyelenggaraan FTP, kemajuan dan perkembangan teater pelajar di Kudus sangat baik. Tidak hanya secara kuantitas, namun juga intensitas setiap kelompok dalam berproses telah menunjukan perkembangan secara kualitas. Salah seorang anggota Teater Djarum, Asa Jatmiko, mengatakan bahwa melihat kenyataan yang demikian, kita optimis Kudus menjadi rahim bagi lahirnya seniman dan orang-orang hebat untuk Indonesia.

 

Tahun ini, FTP diikuti oleh 22 kelompok teater pelajar se-Kabupaten Kudus, terdiri dari 10 teater pelajar tingkat SMP dan 12 teater pelajar tingkat SMA yang telah melalui babak penyisihan pada 15 – 19 Oktober 2018. Tim juri seleksi teater pelajar tingkat SMP/MTs/Sederajat, antara lain: Teresa Rudiyanto dan Samnur Sam, praktisi teater dari Pati, yang akhirnya memutuskan empat kelompok yang maju ke final, yakni: Teater NSA SMP 3 Gebog, Teater Bobot SMP 1 Kudus, Teater Espero SMP 2 Kudus dan Teater Ukur MTs NU Maslakul Falah.

 

Untuk tingkat pelajar SMA, juri yang terdiri dari Andreas Teguh Prayoga dan Yogi Swara Manitis Aji, praktisi teater dari Solo, memutuskan empat finalis, yakni: Teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah, Teater Patas SMA 1 Bae, Teater Apotek SMK Farmasi Duta Karya, dan Teater Ramarsaku SMK Raden Umar Said.

 

“Pertunjukan-pertunjukan yang ada memiliki keunggulan masing-masing, dengan pilihan konsep yang berbeda-beda. Hal ini karena tema naskahnya bebas, untuk tahun ini. Dengan demikian diharapkan kita akan melihat peta dan daya jelajah kreativitas yang tidak tunggal, dan itu kiranya akan menarik untuk disaksikan,” tambah Asa Jatmiko.

 

FTP merupakan salah satu agenda rutin dari Teater Djarum, yang konsisten membina kerja sama dengan seniman, komunitas kesenian, budayawan, dan berbagai pihak juga dilakukan untuk mengembangkan jaringan kerja seni dan membuka ruang ekspresi dan apresiasi masyarakat di bidang seni teater. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :