FIF Kudus Imbau Nasabah Kenali Prosedur Jaminan Fidusia yang Bisa Berujung Pidana

oleh -1,348 kali dibaca
Branch Manager FIFGROUP Cabang Kudus, Nahnu Hidayatulloh beserta teamnya saat di Polres Kudus

Kudus, isknews.com – Perusahan leasing PT. Federal International Finance (FIF) Cabang Kudus, mengimbau masyarakat agar melek dan sadar hukum. Terutama mengenali prosedur jaminan fidusia yang bisa berujung pidana.

Kepala Cabang FIF GROUP Kudus Nahnu Hidayatulloh mengatakan, hal itu ditekankan pihaknya karena seiring dengan maraknya oknum debitur yang melakukan wanprestasi berupa menggadaikan atau menjual, mengalihkan sepihak unit barang jaminan fidusia yang masih terikat dalam pembiayaan di FIFGROUP cabang Kudus,

Berdasarkan undang-undang nomor 42 tahun 1999, lanjut Nahnu, fidusia  yaitu pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

“FIFGROUP cabang kudus telah gencar melakukan sosialisasi edukasi terhadap masyarakat khususnya kepada calon atau yang sudah menjadi debitur agar fasilitas pembiayaan kredit sepeda motor yang diberikan benar-benar digunakan untuk diri sendiri serta tidak akan dialihkan kepihak lain dalam bentuk transaksi apapun tanpa persetujuan tertulis dari perusahaan kami selaku kreditur,” tuturnya.

Sementara itu, Anton, Rocovery Section Head FIFGROUP menambahkan, jika pihaknya lebih mengedepankan upaya preventif guna mencegah maraknya debitur nakal yang menyalahi regulasi.

Namun jika nasabah melakukan wanprestasi, hal itu pihaknya tidak segan-segan melakukan upaya hukum pidana, agar tidak bertambah banyak kerugian yang ditanggung FIF.

Seperti yang telah dilaporkannya, oknum berinisial AJS atas dugaan penggelapan 1 unit sepeda motor Honda PCX, laporan tersebut diterima Kanit II TIPIDSUS polres Kudus pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2024.

“Dari case yang sudah pernah ada terindikasi ada oknum yang memang dengan sengaja mencari orang-orang yang mau dijadikan nama pemohon kredit dengan diberikan imbalan sejumlah uang, direkayasa agar layak disetujui kemudian begitu unit motor diterima langsung dibawa oknum tersebut untuk dipindah tangankan lagi,” jelas Anton.

“Dengan upaya hukum pelaporan tindak penggelapan ini harapannya tidak akan  ada lagi masyarakat yang mau dijadikan nama orang lain untuk pengajuan pembiayaan kredit motor,” sambungnya.

Diketahui, kata Anton, FIFGROUP cabang kudus akan senantiasa memberikan layanan pembiayaan dari motor Honda melalui FIFASTRA, elektronik dan perabotan rumah tangga melalui SPEKTRA, fasilitas dana melalui DANASTRA, modal usaha melalui FINATRA serta haji dan umroh melalui AMITRA sehingga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian juga menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :