FLS2N Tingkat SMP Digelar, Berharap Muncul Bibit Terbaik dari Kudus

oleh -121 kali dibaca
5 Siswi dari SMP 1 Kudus saat menampilkan tarian Keranbu di ajang FLS2N SMP Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) sebagai bagian dalam pengembangan talenta seni dalam setiap peserta didik di satuan pendidikan di Kabupaten Kudus. Tahun ini, FLS2N tingkat SMP digelar secara tatap muka (offline) di SMP 1 Kudus, Senin (4/7/2022).

Afri Shofianingrum, Kasi Kurikulum Dikdas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus (Disdikpora) Kudus mengungkapkan hal ini bertujuan untuk memberikan wadah untuk berkreasi, minat, bakat, dan kreatifitas siswa.

“Untuk sasarannya adalah seluruh siswa/siswi baik SMP Negeri maupun swasta se Kabupaten Kudus,” ucapnya kepada isknews.com di sela-sela pihaknya meninjau lomba .

Ada lima cabang lomba dalam FLS2N ini, yakni Lomba Festival Kreatifitas Tari, Lomba Menyanyi Solo, Lomba Gitar Duet, Featival Musik Tradisional, dan Desain Poster.

Afri mengatakan, diharapkan akan memunculkan bibit-bibit terbaik dan unggul dari Kabupaten Kudus.

Afri melanjutkan, nantinya dari pusat yang menilai langsung. Pihaknya berharap ada peserta di tingkat kabupaten yang dapat lolos hingga ke tingkat nasional. ”Target kami ada yang bisa melaju sampai ke tingkat nasional. Karena di tahun-tahun sebelumnya Kabupaten Kudus sering masuk ke tingkat nasional,” harapnya.

Sementara di cabang lomba tari, ada delapan sekolah yang ikut serta. Yakni SMP 1 Dawe, SMP Al Ma’ruf, SMP 1 Kudus, dan SMP 1 Gebog. Kemudian ada SMP 2 Jati, SMP 2 Undaan, SMP 1 Mejobo, dan SMP 2 Kudus.

Tiap-tiap sekolah menampilkan tarian yang berbeda-beda. Salah satu tarian yang ditampilkan yakni bernama Keranbu yang dibawakan oleh siswi SMP 1 Kudus.

Tarian tersebut dibawakan oleh lima siswi. Keseluruhannya merupakan siswi kelas delapan. Yakni Ditya Mutiara Putri, Rania Salwa Rafsanjani, Aulia Hasna Caesarrizqia, Amanda Aulia Hapsari, dan Yessi Kania Arisanti.

Mereka menari sambil membawa kerajinan dari bambu. Hal inilah yang membuat mereka memberi nama tarian Keranbu.

Menurutnya, mereka mempersiapkan latihan selama kurang sepekan. Tarian tersebut kemudian mereka presentasikan di depan juri dengan durasi enam menit.

”Keranbu itu merupakan akronim dari kerajinan bambu. Karena di Kudus kan banyak kerajinan bambu,” kata Tiara, salah seorang peserta tarian Keranbu mewakili teman-temannya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :