Galakkan Go Green, LDII Kudus Tanam 10000 Bibit Pohon

oleh -112 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Memperingati hari menanam pohon Indonesia (HMPI), Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Pemkab Kudus dan Copras (Comunitas Pemuda Karangsubur) mengadakan kegiatan Go Green Penanaman 10000 bibit pohon.

Awal penanaman ditandai penyerahan simbolis di Bumi perkemahan Ronggokusumo Desa Klaling Jekulo Kudus, Sabtu (12/12/2020). Adapun penanaman akan dilanjutkan oleh kelompok tani di Kompleks Puser angin Desa Karangsubur Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus.

Ketua DPD LDII Kudus Mohammad As’ad menuturkan bahwa kegiatan penanaman 10000 pohon ini merupakan program prioritas LDII. Program ini dicanangkan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten hingga ketingkat paling bawah dan bekerja sama dengan pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu.

“Tujuannya Meningkatkan kepedulian warga LDII dan masyarakat umum terhadap upaya pelestarian alam, Merealisasikan program pelestarian lingkungan dengan upaya menanam dan memelihara pohon dan meningkatkan peran serta warga LDII terhadap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Kudus,” paparnya.

Kondisi yang belum memungkinkan akibat pandemi covid-19 membuat jumlah peserta dibatasi sebanyak 35 orang.

Jumlah Pohon yang akan ditanam 10.000 batang, terdiri dari pohon tanaman keras dan tanaman buah. Adapun dana berasal dari kas organisasi dan bantuan donatur yang tidak mengikat.

“5000 dari Balai Pengelolaan DAS dan Hutan lindung (BPDASHL) Pemali-Jratun, dan 5000 dari Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng,” bebernya.

Sementara Plt Bupati Kudus HM Hartopo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap DPD LDII Kudus atas kepeduliannya terhadap lingkungan. “Kegiatan penanaman 10000 pohon ini sangat relevan dengan upaya kita dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kudus. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Kudus dalam menjaga kelestarian dan fungsi lingkungan,” terang Hartopo. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :