Galian C Ilegal di Klumpit Resmi Ditutup, Kasatreskrim Perintahkan 3 Alat Berat Di Lokasi Ditahan

oleh

Kudus, isknews.com – Polemik keberadaan praktek penambangan liar galian C ilegal di wilayah Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, terhitung malam kemarin benar-benar harus berakhir dan tidak lagi ada operasi penambangan kucing-kucingan.

Dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus Jati Solechah, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, Danramil, Kapolsek dan Camat Gebog, Kepala Desa, anggota BPD, tokoh warga Desa Klumpit, para pemilik lahan, pengusaha Pertambangan, Malam itu menyepakati menghentikan total usaha pertambangan galian C ilegal.

Seperti diketahui usaha galian C di kawasan Desa Klumpit dianggap ilegal karena telah melanggar Perda Kab.Kudus no.16 Tahun 2012 tentang RT, RW Kabupaten Kudus Tahun 2012 -2032, dimana pada pasal 57 bahwa kawasan peruntukan pertambangan di kabupaten Kudus hanya terdapat pada 4 Desa yaitu, Desa Tanjungrejo, Desa Rejosari, Desa Wonosoco dan Desa Gondoharum.

Pemasangan Papan larangan melakukan penambangan yang secara simbolis dilakukan oleh petugas Satpol PP dan Polsek Gebog Kudus (Foto: ist)

Ditemui usai pertemuan yang digelar di aula baru Balai Desa Klumpit Gebog, Jati Solechah menyampaikan, Kegiatan malam itu sebagai tindak lanjut dari rapat yang difasilitasi oleh kapolres pada beberapa pekan sebelumnya dengan melibatkan OPD teknis terkait dan pihak pemerintah Desa Klumpit.

TRENDING :  Bupati Kudus Tabuh Bedug Sambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H

“Pertemuan malam ini adalah kegiatan sosialisasi kepada para pemilik lahan, para pengusaha pertambangan dan pada para tokoh masyarakat, karena persoalan tentang masalah galian C di desa Klumpit ini sudah cukup lama, dan malam ini sudah kita sampaikan regulasinya, definisinya, aturannya,” ujar Jati Solechah,

Setelah mereka semua paham karena persoalan itu melanggar hukum, di sampaikan juga ketentuan pidananya, larangannya dan hal-hal yang terkait dengan pelanggaran regulasi dan sebagainya.

Ratusan warga Desa Klumpit, Para pemilik lahan. para penambang dan perajin genteng dan batu bata saat mengikuti sosialisasi pertambangan Minerva di balai desa Klumpit (Foto: YM)

“Lalu dilanjutkan mereka bersepakat bahwa kegiatan penambangan galian C yang ada disini harus ditutup, itu adalah keputusan musyawarah dan rapat, malam ini yang telah disepakati dan ditandatangani bersama,” ungkapnya.

Adapun hasil kesepakan dalam Musyawarah malam itu adalah bahwa Masyarakat dan pemdes setuju dilakukan penutupan galian C ilegal dan menutup lubang bekas galian agar tanah dapat priduktif lagi.

“Penambang akan di beri waktu untuk melaksanakan pembenahan. Pembenahan lahan yang rusak dengan menggunakan alat berat PUPR dan biaya akan di bebankan oleh pengelola,” tuturnya.

TRENDING :  Kudus Produksi Padi Ladang Turun Jadi 1.315 Ton, Jagung Naik 27.310 Ton Pertahun

Menurutnya penutupan malam ini dilakukan dengan cara simbolis berupa pemasangan papan larangan penambangan di sejumlah area penambangan.

“Setelah malam hari ini secara simbolis di lakukan pemasangan papan larangan, kemudian yang harus kita lakukan sesudahnya adalah merapihkan kembali tanah yang sudah ditambang dengan cara ilegal tadi,” katanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jati Solechah saat memimpin sosialisasi didampingi Kasatreskrim, Kasub bag Hukum Setda, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan Camat Gebog Kudus (Foto: YM)

Namun menurut Jati, karena kondisinya parah dan adanya kerusakan lingkungan serta membahayakan, sehingga harus dicarikan solusi dan solusinya pada malam hari ini akan difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Kudus.

“Nanti kami akan laporan kepada pimpinan supaya bisa difasilitasi dari dinas terkait yang mempunyai alat berat untuk melakukan itu karena ini bukan merupakan kegiatan dari dinas teknis terkait sehingga tak ada beayanya, dan kita berharap yang membiayai biaya operasional selama melakukan kegiatan ini adalah para penambang yang melakukan kerusakan itu,” terangnya.

Jati berharap mudah mudahan ini berjalan lancar, “Tapi kalau tidak ya kami akan minta bantuan dari aparat kepolisian,” tandasnya.

TRENDING :  Tuntas Di Cor, Akses Jembatan Tanggulangin Tepat Diatas Kali Wulan

Senada dengan Jati, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, ditempat yang sama menyampaikan bahwa penutupan ini akan terus diawasi oleh pihaknya.

“Kami juga minta 3 alat berat yang ada di lokasi segera di keluarkan dari area pertambangan secepatnya, kami akan tahan dulu alat itu, dan para penambang juga akan saya panggil dan periksa di Mapolres,” terang AKP Rismanto.

Sementara itu Harry Santoso, salah satu pengusaha tambang di wilayah tersebut kepada sejumlah awak media yang menemuinya mengatakan, bahwa dirinya sebagai pengusaha merasa keberatan dengan keputusan penutupan tersebut.

“Pertama ini akan merugikan para perajin batu bata dan genteng, karena mereka memerlukan bahan baku dari galian c, terus pemilik lahan juga meminta agar lahannya itu diambil tanahnya biar enggak gersang, sehingga bisa ditanami dengan padi padian,” ungkapnya.

Harry berkeinginan agar para pengusaha tambang ini diberikan waktu agar tidak merugikan salah satu pihak baik itu Petambang, pemilik tambang maupun para perajin batu bata dan genting. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :