
Kudus, ISKNEWS.COM – Paguyuban Agen Brilink Kota Kretek (PABKK) mengadakan kegiatan gathering bertajuk Agen Brilink Hebat. Kegiatan yang diadakan di Hotel Hom itu diiikuti kurang lebih 100 Agen Brilink binaan BRI Kantor Cabang Kudus.
Ketua PABKK, Fenny Norviana mengatakan, Paguyuban Agen Brilink di Kudus saat ini memiliki sekitar 300 anggota. Namun yang baru mengikuti paguyuban ada 100 an orang.
“Agenda dan tujuan utama acara ini adalah menjalin silaturahmi. Kita ingin sesama Agen Brilink semakin solid, serta lebih aktif lagi dalam mengembangkan bisnis masa depan ini,” ujarnya Minggu (20/1/2019).

Selain itu, kata Fenny, Paguyuban yang rencananya diadakan setiap tahunnya itu banyak manfaatnya bagi para anggota yang terdaftar. Kelebihannya ialah anggota Brilink jadi bisa lebih terkontrol, menambah rutinitas, dan keaktifan keagenannya dengan sharing antar anggota.
“Selain diikutkan program pengurus, anggota akan diikutsertakan pojok Brilink, LASAMI (Layanan Sabtu Minggu) dan pastinya akan mensuport semua program BRI,” tuturnya.

Sebelum ada Paguyuban, dulunya hanya kopi darat (kopdar) saja, lalu dengan adanya perubahan pengurus, maka diadakanlah Paguyuban, “Itu inisiatif dari para anggota,” tandasnya.
Dibeberkan Fenny, cara mendaftar paguyuban pun tidaklah ribet, cukup dengan uang pendaftaran Rp25 ribu, lalu akan kami masukkan group dan dapat kartu keanggotaan (ID CARD), “Tentunya waktu registrasi, si pendaftar telah mempunyai keagenan Brilink sebelumnya,” terangnya.
Ia menerangkan, fasilitas perbankan yang ada di ATM juga ada di Agen Brilink, sehingga masyarakat yang lokasinya jauh dari kantor bank tidak harus ke bank, cukup ke Agen Brilink terdekat.
Agen Brilink adalah salah satu program Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakan perpanjangan tangan BRI, dimana layangan Inklusif Keuangan tersebut memungkinkan masyarakat mendapat layanan perbankan tanpa kantor bank.
“Agen Brilink sudah menyebar dan masyarakat yang tidak terjangkau bank agar tetap bisa menikmati layanan perbankan,” terangnya.
Penghasilan atau income agen Brilink mendapatkan fee dari setiap transaksi, misalnya dari bayar listrik, cicilan, transfer, setor dan tarik tunai dan lainnya. “Brilink bukanlah bisnis sampingan, tapi bisa menjadi bisnis yang bisa dijadikan pekerjaan utama, asalkan fokus dan pantang menyerah,” paparnya.
Dijelaskan Fenny, Ada dua pilihan sebenarnya, yakni BRI mobile di aplikasi HP, dan Brilink, dimana transaksinya menggunakan mesin EDC, bedanya jika Brilink yang menggunakan EDC ditarget 300 transaksi, “Hal itulah yang membuat para pelaku usaha ini harus melakukan promosi, door to door, branding, dan inovasi lain. Kami menyarankan untuk masuk ke Paguyuban, karena banyak untungnya,” ujar Fenny.
Kopdar perdana ini, lanjut Fenny, sekaligus launching dana talangan perdana, “Jadi kita bikin semacam kelompok dana talangan dengan iuran yang sifatnya wajib sebesar Rp500 ribu, lalu jika ada yang meminjam, kita kasih tempo 3 hari, dan ada fee 15 ribu yang nantinya kembali ke anggota paguyuban lagi,” paparnya.
Sementara itu, salah satu agen Brilink asal Desa Jepang Pakis Jati Kudus, Sutrisno (65) mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Diakuinya, Selama ini dalam agen Brilink bisa dikatakan pasif, “Saya daftar sudah lama tahun lalu (2018), Dengan mengikuti gathering ini, semoga bisa aktif kembali,” harapnya. (AJ/YM)








