Gelapkan Uang Penjualan Motor Hampir Rp 600 Juta, Wanita Asal Demak Ini Diciduk Polisi

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Seorang wanita berinisial MT alias Pipit (35) asal Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak, terpaksa harus berusuhan dengan polisi. Pipit diciduk petugas kepolisian Satreskrim Polres Kudus, karena diduga menggelapkan uang hasil penjualan sepeda motor Honda Vario 125 milik PT Astra International Cabang Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai didampingi Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli saat menerangkan kasus penggelapan dana karyawan PT Astra International Cabang Kudus yang mencapai hampri Rp 600 juta belum lama ini. (ISKNEWS/MUKHLISIN)

Tak tanggung-tanggung total uang yang digelapkan karyawan bagian unit penjualan sepeda motor ini mencapai Rp 598.291.865 atau hampir Rp 600 juta. Akibat perbuatannya itu Pipit dilaporkan pihak perusahaan kepada Polres Kudus. ”Karena merasa dirugikan PT Astra International Cabang Kudus melaporkan hal tersebut kepada Polres Kudus,” kata Kapolres Kudus AKBP Andi Rifai.

TRENDING :  Sidang Kedua Kasus OTT KPK di Kudus, Majelis Hakim Periksa Ajudan

Andy menerangkan, kepada kepolisian Pipit mengaku melakukan penggelapan dana dalam kurun waktu bulan September 2016 hingga November 2016. Selama itu pula dia berhasil menggelapakan hampir Rp 600 juta dari penjualan 35 unit sepeda motor Vario 125 pada 20 konsumen.

TRENDING :  Kajari Kudus : Laporan Dari Masyarakat, Sering Kali Tidak Disertai Data Dukung Yang Cukup

Uang yang digelapkan, lanjut Andy, digunakan untuk keperluan pribadi. Ada pula yang dibelikan kendaraan pribadi. ”Pengakuannya seperti itu. Selain digunakan untuk membeli kendaraan pribadi, uang hasil penggelapan digunakan untuk biaya hidup selama dalam pelarian,” tuturnya.

Andy mengungkapkan, tersangka sebelumnya melarikan diri ke luar kota setelah melakukan kejahatan penggelapan dana. Pipit akhirnya berhasil diciduk petugas Satreskrim Polres Kudus di Bogor. Bekerjasama dengan kepolisian setempat, Pipit ditangkap pada 03 Februari 2017 sebelum subuh sekira pukul 03.00 WIB.

TRENDING :  Warga Hadipolo di Temukan Gantung Diri di Kamarnya

”Tersangka sempat mengelak dengan tuduhan penggelapan uang perusahaan yang dituduhkan padanya. Namun setelah didesak tersangka akhirnya mengakui tindak kejahatannya,” tambah Andy.

Akibat perbuatannya itu, Pipit dijerat Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan ancaman lima tahun penjara. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :