Gencarkan Promosi, Pemkab Kudus Dorong Kopi Muria Mendunia

oleh -107 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Melalui Festival Kopi, Pemerintah Kabupaten Kudus terus melakukan berbagai upaya kreativitas untuk mengangkat Kopi Muria sebagai produk khas asal Kudus agar mendunia. Festival Kopi sendiri digelar selama dua hari Sabtu-Minggu (16-17/11/2019) di Taman Budaya Kudus, tepatnya di Aula tanan budaya dan gedung kesenian Desa Bae Kecamatan Bae

Pemkab berharap, Perkebunan Kopi Gunung Muria Desa Colo sebagai Agrowisata dapat menjadi salah satu mesin penggerak perekonomian warga.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo dalam sambutannya meminta para petani kopi Muria bisa membuat branding yang lebih bagus. Para petani nantinya juga bisa difasilitasi pemkab sehingga kopi Muria sebagai produk unggulan bisa masuk di gerai-gerai minimarket di seluruh Kudus.

Bupati menambahkan, potensi Kudus sebagai destinasi wisata saat ini pesat perkembannya. Untuk itu, Pemkab Kudus ingin sajikan destinasi wisata yang terbaik bagi para pengunjung. Untuk agrowisata Desa Colo sangat luar biasa. Secara historis kopi Gunung Muria merupakan peninggalan Belanda dan diteruskan anak cucu. Pengolahannya pun mulai dari tradisional hingga semi digital.

“Ini membuka peluang untuk wisatawan masuk. Dulu hanya wisata religi makam Sunan Muria. Kini tambah wisata agro Gunung Muria di Desa Colo,” ujar HM Hartopo.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Wahyu Haryanti, menambahkan, Kopi dari pegunungan Muria, saat ini, tercatat, sudah ada lebih 30 merek dagang Kopi Muria produksi petani lokal Kudus. Yakni, Kopi Muria Tasty, Kopi Tjolo, Kopi Muria Moelyo, Kopi Muria Ndaoleng, Kopi Muria Otentik, dan Zayna.

Tercatat, luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Kudus mencapai 615 hektare dengan jumlah petani mencapai 150-an petani. Adapun jenis tanaman kopi yang dominan ditanam petani merupakan robusta. Sedangkan, beberapa petani terutama di Desa Semlira menanam tanaman kopi arabika.

Pemkab Kudus mengembangkan kopi karena memang saat ini trennya bagus. Anak-anak muda banyak mendirikan kafe. “Dan, kualitas kopi asal Pegunungan Muria ini tak diragukan lagi,” terangnya.

Ia mengakui, Kudus merupakan wilayah terkecil di Jawa Tengah. Selain itu, juga satu-satunya wilayah pantura yang tak memiliki pantai. Yang dimiliki hanya pegunungan Muria. Untuk itu, pihakya menggencarkan pembanahan wisata berbasis agro di Muria. “Kita bentuk Colo sebagai Desa Wisata, bentuk Pokdarwis dan masyarakat juga sangat membantu upaya kami,” tuturnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :